Relawan Prabowo-Puan Minta PDIP dan Gerindra Deklarasi Capres Sejak Awal

Prabowo Subianto-Puan Maharani. (Foto: Ist)

JAKARTA, KabarMedan.com | Deklarator Prabowo Subianto-Puan Maharani, Andianto mengatakan deklarasi koalisi pasangan capres-cawapres sejak awal bisa memberikan pendidikan politik dan waktu yang luas bagi masyarakat untuk menilai, memilih dan memutuskan calon yang tepat untuk dipilih menjadi pemimpin Indonesia ke depan.

Andianto meminta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra mengumumkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 sejak dini.

“Kami sangat sepakat dengan gagasan agar partai politik dan atau gabungan partai politik agar segera mengumumkan koalisi capres lebih dini,” jelas Andianto, dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (9/12/2021).

“Ini adalah tradisi yang positif untuk pemilihan pemimpin di Indonesia yang lebih tepat,” tambahnya.

Baca Juga:  RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

Andianto sendiri mengaku sudah mengusulkan kepada PDIP dan Gerindra agar deklarasi Prabowo-Puan sebagai capres dan cawapres tidak diumumkan di menit akhir menjelang Pilpres 2024, seperti yang terjadi pada Pilpres 2019 lalu.

Andianto mengklaim usulan itu mendapat respons positif dari kedua partai.

Sebelumnya, pendiri lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network, Hasan Nasbi mengatakan salah satu faktor yang bisa mengubah peta politik Pilpres 2024 adalah koalisi awal antar parpol dan penentuan calon lebih awal.

Menurutnya, publik benar-benar tidak tahu sosok yang memiliki tiket untuk maju di Pilpres 2024 saat ini, meskipun terdapat tiga parpol yang memiliki potensi mengusung kader sendiri karena hanya membutuhkan tambahan satu parpol yaitu PDIP, Golkar serta Gerindra.

Baca Juga:  RUPS PLN Tetapkan Perubahan Susunan Direksi Perseroan, Berikut Rinciannya

“Ini dua hal yang bisa mengubah peta survei. Kalau sudah dibungkus saya yakin orang akan melihat, oh ini yang sudah punya tiket,” kata Hasan.

Pandangan berbeda disampaikan Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno. Ia mengaku tak mau melakukan deklarasi parpol dan pasangan capres-cawapres sejak dini.

Menurutnya, waktu penyelenggaraan Pilpres 2024 masih lama. Selain itu, menurutnya kepemimpinan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru memasuki tahun ketiga saat ini.

“Buat apa deklarasi lebih awal. Pertama, ini baru tahun ketiga Pak Jokowi di periode kedua. Bahkan, 2022 tahun pertama akselerasi pemulihan pasca pandemi. Kedua, pemilu masih lama,” jelasnya. [KM-07]