Rencana Demo Mahasiswa, Wiranto: Ketimbang Panas-Panasan, Mending Bicara di Ruangan Adem

Foto: Ist

JAKARTA, KabarMedan.com |  Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal TNI (purn) Wiranto memberikan komentar soal wacana mahasiswa yang akan menggelar aksi besar-besaran.

Meski Wiranto mengklaim tidak melarang, namun ia menilai lebih baik berbicara di dalam ruangannya.

“Ketimbang panas-panas di jalan lebih baik kita bicara di ruangan yang adem, ngomong bicara kira-kira bagaimana sih tapi pasti pemerintah akan akan mendengarkan, pasti itu, ya tidak mungkin tidak mendengarkan,” ujar Wiranto, dilansir dari Suara.com, Jumat (8/4/2022).

Dikarenakan bertepatan dengan bulan Ramadhan, Wiranto menganggap alangkah baiknya bila dikomunikasikan dengan baik.

Walau begitu, Wiranto menerangkan kalau tidak ada yang melarang demonstrasi. Hanya saja lebih baik segala aspirasi untuk berkomunikasi.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

“Tentang sesuatu yang tidak mungkin terjadi dan sudah dijawab bahwa yang menjadi tuntutan itu tidak mungkin terjadi untuk apa demo bukan melarang tapi kan kita berkomunikasi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, AMI telah menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022) lalu.

Adapun tuntutan aksi massa adalah menolak penundaan pemilu dan isu Jokowi tiga periode.

Perwakilan AMI, Bayu Satria Utomo mengatakan, penolakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden perlu disikapi.

Tentunya oleh Joko Widodo, selaku orang nomor satu di Indonesia.

Baca Juga:  Pegadaian Kembali Raih Best Company to Work For in Asia 2026 untuk Kedelapan Kalinya

“Penolakan terhadap penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden perlu disikapi langsung oleh Presiden sebagai pejabat tertinggi negara,” ucap Bayu.

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa memberi tenggat waktu selama dua hari agar Jokowi memberikan sikap.

Dengan demikian, Minggu (3/4/2022) adalah waktu terakhir yang dinantikan oleh mahasiswa untuk menunggu jawaban dari Presiden.

Atas hal itu, AMI akan kembali turun ke jalan jika wacana penundaan Pemilu hingga perpanjangan masa jabatan Presiden digaungkan.

Hanya saja, Bayu belum bisa memastikan kapan aksi unjuk rasa itu akan dilakukan. [KM-07]