MEDAN, KabarMedan.com | Samosir Music Internasional (SMI) akan kembali digelar pada 25 Agustus 2018 di Tuk-Tuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Henry Manik selaku Projek Manager SMI mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang gelar sejak tahun 2014. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan event Horas Samosir Fiesta.
“Dari tahun ke tahun, pengunjung event ini sangat banyak, bahkan menjadi salah satu event terbesar di sekitar Danau Toba yang pengunjungnya terbanyak. Tentu ini adalah salah satu pencapaian yang sangat baik, dan sebuah terobosan baru untuk sebuah event yang bertaraf internasional di Samosir,” katanya, Minggu (29/7/2018).
Putra Samosir yang kini berdomisili di Belanda ini sangat berharap, adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, agar event ini dapat memberi hasil yang memuaskan.
Festival musik ini menjadi berbeda dari semua festival musik yang ada selama ini, baik di dalam negeri maupun di luar. Hal ini dikarenakan setiap musisi yang terlibat baik yang dari Eropa maupun Indonesia, wajib harus bisa membawakan lagu lagu daerah Batak. Jadi setiap orang yang terlibat butuh persiapan lama, khusus dalam mempelajari lagu lagu Batak,” ujarnya.
Hermann Delago sebagai pencetus ide ini mulai dari awal, akan selalu dilibatkan selama event ini digelar, meski kedepannya hanya sekedar menyapa pengunjung dari panggung.
“Penampilan Nadine Beiler tahun lalu di Samosir, sangat dikagumi seluruh pengunjung. Karakter vokalnya yang tinggi dan indah, dan mampu mengeluarkan ucapan kata-kata terhadap lirik lagu-lagu Batak. Tidak mudah untuk bisa melibatkan artis Eropa se level Nadine Beiler, dan bisa diarahkan untuk membawakan lagu daerah,” ucapnya.
Demikian juga Band pengiring band dari Austria JB’S Band. Sebuah band anak muda, yang semuanya berlatar belakang pendidikan musik dari Conservatorium, dan sudah memiliki banyak aksi panggung di Eropa. Keinginan memberi sedikit warna dengan tambahan flute/sulim di arrangement musik mereka nanti, kali ini salah satu Flute Player dari Vienna ikut dilibatkan.
Kento Friesacher keturunan Jepang -Austria yang biasanya meniup suling India, atau suling klassik nantinya akan memainkan suling Batak walau cara memainkannya cukup beda. Untuk memenuhi itu, Henry Manik memberi satu set seruling Batak untuk dipelajari.
Demikian juga pemain drum dari JB band, akan memainkan gondang Batak, yang beberap bulan ini sudah dilatih, dengan gondang batak yang Henry sudah kirimkan ke Austria. Nantinya mereka ini juga akan berkolaborasi dengan artis dan pencipta lagu Batak, Tongam Sirait.
“Pemenang kontest lagu klassik Belanda , Bernadeta Astari juga akan kembali ikut meramaikan event di Samosir nanti. Kali ini Bernadeta mengajak musisi Violist nya dari Swiss, bernama Ken Lila Ashanty. Ken lila adalah kelahiran Jakarta, dan telah berhasil mendapatkan Master musik nya di Swiss, dengan Cum Laude. Banyak prestasi yang sudah diraih baik di Asia maupuna di Eropa, dan juga banyak terlibat di konser musik klassik yang tergolong besar, baik di Indonesia maupun di Eropa,” jelasnya.
Viky Sianipar yang sudah sangat dikenal dengan arrangement musiknya yang jenius, dan sangat concern terhadap pengembangan musik lagu Batak akan turut hadir di Samosir bersama Bandnya dan juga Alsant Nababan sebagai Vokalisnya. Untuk lebih meramikan lagi, Louis Sitanggang yang merupakan vokalis dari Deredia, juga akan turut hadir. [KM-03]















