Solar Langka, Harga Ikan Di Medan Melambung Gara-Gara Nelayan Tak Melaut

nelayan_tidak_melaut_ilustrasi

[kabarmedan.com] Selama sepekan terakhir nelayan di Medan tak bisa melaut karena langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akibatnya, harga ikan di pasaran melambung tinggi.

Salah seorang nelayan di tangkahan penambatan Kampung Kurnia, Ridwan, mengakui banyak kapal ikan tidak pergi melaut karena ketiadaan solar. “Bagaimana kami mau melaut mencari ikan, solar saja langka. Jangankan di SPBU, di tingkat pengencer juga tidak ada,” sebut Ridwan.

Nelayan lainnya, Ahmad, warga Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan juga mengeluhkan hal yang sama. Hanya saja, dirinya sempat mendapatkan solar non subsidi dari spekulan, namun dampaknya harga ikan menjadi mahal dijual.

Baca Juga:  PT Pegadaian Berangkatkan 45 Jemaah Umrah Akbar Melalui Bandara Kualanamu

“Kemarin, saya dapat solar dari spekulan dengan harga Rp7000/liter. Saya beli tidak banyak dan hanya sebentar melaut. Itupun ikannya hanya sedikit, mau tidak mau harga ikan jadi mahal,” ungkapnya.

Tingginya harga ikan tersebut diakui salah seorang pedagang ikan di Pusat Pasar Medan, Anto. Menurutnya, mahalnya harga ikan dikarenakan minimnya pasokan yang diterima dari nelayan.

Baca Juga:  PT Pegadaian Berangkatkan 45 Jemaah Umrah Akbar Melalui Bandara Kualanamu

“Ikan memang mahal sekarang. Apalagi dengar-dengar nelayan jarang melaut karena solar langka. Kalaupun ada dari nelayan, harganya memang sudah dinaikan, makanya harga jualpun menjadi naik,” ucapnya.

Diantara harga ikan yang naik, sebut Anto, seperti ikan tongkol yang biasanya Rp 22.000 menjadi Rp26.000/Kg, ikan gembung kuring yang biasanya Rp 30.000 menjadi Rp 35.000/Kg dan ikan selayang yang biasanya Rp 20.000 menjadi Rp2 4.000/Kg.

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.