Telur Ayam Sentuh Harga Rp2.000 per Butir, Ibu Rumah Tangga Menjerit

Foto: Ist

MEDAN, KabarMedan.com | Harga telur ayam semakin mahal, bahkan menyentuh angka dua ribu rupiah per butir. Artinya, untuk satu papan telur berisi 30 butir, harganya Rp60 ribu.

“Ah gila lah, nggak tahu lagi mau bilang apa. Telur di rumah kami itu harus ada karena untuk sarapan, kalau harganya semahal ini gimana lah ini,” keluh seorang ibu bernama Nofi, yang ditemui di Pasar Melati Tanjung Selamat, Selasa (7/6/2022).

Ia mengaku biasanya membeli satu papan telur ayam setidaknya untuk satu sampai dua minggu. Namun, dengan harga telur yang cukup mahal saat ini, ia terpaksa memangkas pengeluaran untuk membeli telur.

“Ngeri kali lah harga telur sekarang, payah cakaplah kak. Paling murah harga telur aku beli sekarang ini lima puluh ribuan lah satu papan,” katanya.

Baca Juga:  Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon Anggota

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menuturkan harga telur belakangan ini masih dalam tren kenaikan.

Apabila mengacu pada harga telur ayam (PIHPS) di akhir pekan kemarin yang paling mahal tercatat Rp26.400 per kg.

Apabila dijual per butirnya sekitar Rp1.500 hingga Rp1.800 per kg. Sedangkan di tingkat pedagang pengecer mencapai Rp2.000 per butir.

“Sangat mahal memang, apalagi kenaikan harga telur ayam terjadi saat tidak bertepatan dengan perayaan hari besar tertentu,” tuturnya.

Menurutnya, banyaknya ayam afkir ditambah dengan kenaikan biaya produksi memicu kenaikan harga telur ayam.

Ditambah lagi, sejumlah sumber bahan pangan protein seperti ikan, daging ayam hingga produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe belakangan harganya juga bertahan mahal.

Baca Juga:  Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

Sehingga tidak ada alternatif sumber bahan pangan protein yang harganya relatif lebih murah. Masyarakat tidak memiliki pilihan untuk menghemat pengeluaran dengan mencari subtitusi sumber protein alternatif dan tidak bergantung pada telur ayam.

Tren harga pangan di tahun ini diperkirakan rata-rata akan lebih mahal dibandingkan dengan tahun silam.

Kenaikan sejumlah bahan baku pangan maupun energi membuat harga produk pertanian menjadi lebih mahal.

“Memang bukan hanya fenomena yang terjadi di Indonesia saja. Tren kenaikan harga maupun kelangkaan bahan pangan juga terjadi di banyak negara lainnya,” tandasnya. [KM-07]