Triwulan II Tahun 2016, Perekonomian di Sumut Melonjak Tajam

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Difi A. Johansyah

MEDAN, KabarMedan.com | Perekonomian di Sumatera Utara menunjukkan perbaikan yang signifikan pada triwulan II tahun 2016. Dimana, PDRB tumbuh dari 5,0% (yoy) menjadi 5,7% (yoy).

Perbaikan kinerja terjadi pada sisi permintaan domestik dan sektor eksternal. Kondisi itu menunjukkan indikasi berlanjutnya tren perbaikan ekonomi, meski sempat melambat di triwulan sebelumnya.

Perkembangan itu juga memberi keyakinan bahwa ekonomi Sumut di tahun 2016 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Membaiknya perekonomian domestik pada triwulan ini tidak terlepas dari pergeseran bulan Ramadhan dan perbaikan harga komoditas perkebunan, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat sepanjang triwulan II 2016,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Difi Johansyah dalam siaran persanya, Selasa (9/8/2016).

Aktivitas konsumsi rumah tangga pada periode ini juga diperkuat dengan adanya pencairan THR, gaji ke 13 dan gaji ke 14 serta realisasi inflasi yang relatif rendah dan terkendali.

Dengan begitu, konsumsi swasta mengalami perbaikan yang sangat signifikan, dari 4,7% (yoy) menjadi 5,2% (yoy). Begitu juga dengan konsumsi pemerintah yang terakselerasi sesuai dengan polanya, sebesar 4,3% (yoy) menjadi 4,5% (yoy).

“Dari sisi eksternal, perbaikan harga komoditas perkebunan yang terjadi pada triwulan lalu di tengah permintaan domestik yang meningkat dalam menyambut lebaran menyebabkan adanya peningkatan kinerja ekspor yang signifikan dari 3,2% (yoy) menjadi 6,9% (yoy),” ujarnya.

Perbaikan ekspor diperkirakan terjadi antar daerah sejalan dengan perbaikan permintaan domestik yg juga terjadi di daerah lain.

Ekspor luar negeri juga secara tahunan membaik meski masih dalam teritori negatif. Begitu juga dengan kinerja impor yang meningkat signifikan dari 1,4% (yoy) menjadi 7,4% (yoy).¬†“Tingginya peningkatan realisasi impor ini memberikan optimisme perbaikan ekonomi sejalan dengan kenaikan impor barang modal,” ujarnya.

Secara sektoral, indikasi perbaikan tercermin pada peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan dan konstruksi. Selain itu, perbaikan permintaan masih dapat didukung dengan meningkatnya pasokan sejalan dengan pertumbuhan sektor Pertanian yang masih cukup baik.

“Peningkatan kategori perdagangan terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan membaiknya harga komoditas perkebunan,” akunya.

Tepat waktunya realisasi proyek infrastruktur strategis nasional di Sumatera Utara juga turut berkontribusi pada akselerasi sektor konstruksi. Adanya perbaikan harga komoditas perkebunan berkontribusi pada membaiknya sektor pertanian.

“Membaiknya perekonomian triwulan II 2016 semakin menguatkan tren perbaikan perekonomian ke depan. Pada triwulan III 2016 ¬†perekonomian Sumatera Utara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,1%-5,5% (yoy),” jelasnya.

Masih baiknya perekonomian Sumatera Utara terutama ditopang oleh masih kuatnya konsumsi masyarakat serta realisasi infrastruktur strategis yang semakin dipercepat.

Adanya kontrak pembelian BBN diperkirakan akan mendorong kinerja ekspor antara daerah meski pasar komoditas internasional masih dibayangi ketidakpastian.

“Adanya pelonggaran kebijakan moneter serta berbagai kebijakan pemerintah yang terus digalakkan diharapkan mampu mendorong perekonomian Sumatera Utara untuk terus membaik ke depannya,” pungkasnya. [KM -03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.