Tujuh Pelanggaran Lalu Lintas Berpotensi Menyebabkan Kecelakaan

MEDAN, KabarMedan.com | Operasi Zebra Toba (OZT) 2019 dimulai hari ini hingga dua minggu ke depan. Kapolda Sumut menyebut tujuh pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Pelaksanaan OZT 2019 ini untuk menekan angka pelanggaran dan laka lantas di wilayah Sumut.

Agus mengatakan, 7 prioritas pelanggaran tersebut yakni, menggunakan handphone, melawan arus, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, tidak menggunakan helm SNI, menggunakan narkoba/mabuk, dan berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Hal ini karena berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Operasi Zebra Toba 2019 ini juga digelar dalam rangka penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas,” katanya, Rabu (23/10/2019) usai apel pasukan.

Dalam amanatnya, Agus menjelaskan, sesuai data pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2018, terdapat sebanyak 78 kejadian, atau mengalami kenaikan 30% dibandingkan tahun 2017 yang hanya 60 kejadian. Adapun jumlah korban meninggal dunia pada 2018 adalah sebanyak 44 orang, atau naik 109,52% dibandingkan tahun 2017, yakni sebanyak 21 orang.

Baca Juga:  Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Tetap Jaga Integritas

Begitu juga untuk pelanggaran lalulintas, pada Operasi Zebra 2018 terdapat sebanyak 51.265 pelanggaran. Sedangkan pelanggaran lalulintas tahun 2017 sebanyak 48.055.

“Untuk pelanggaran terjadi kenaikan 6,68% dengan jumlah tilang sebanyak 42.821 lembar dan teguran sebanyak 8.444 lembar. Sedangkan tahun 2017 jumlah tilang sebanyak 41.168 lembar dan teguran sebanyak 6.887 lembar,” paparnya.

Agus menyebutkan, pihaknya menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalulintas tersebut perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi Kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder. Supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalulintas dengan tuntas.

Baca Juga:  Bobby Nasution Dukung Penataan Kota dan Penguatan Pelayanan Publik di Tanjungbalai

Oleh sebab itu, menurut Agus, diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas. Sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

“Sekali lagi saya berharap pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2019 ini nantinya dapat menekan angka pelanggaran dan laka lantas di wilayah Sumut. Terutama pada saat pasca pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, dimana sebagian masyarakat kembali ke daerahnya masing-masing dan menjelang hari raya Natal dan tahun baru dimana mobilitas masyarakat saat ibadah, liburan dan mudik, diprediksi akan semakin meningkat,” katanya. [KM-05]