Viral, Ada Kepala Kucing di Dalam Karung di Medan

Kepala kucing ini ditemukan di dalam karung di depan sebuah rumah di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai pada Kamis (28/1/2921). Sebelumnya, foto-foto viral di media sosial terkait temuan sejumlah kepala kucing di dalam karung di Medan. Foto : KabarMedan.com

MEDAN, KabarMedan.com | Beberapa foto viral di jagad maya sejak Rabu (27/1/2021). Foto itu memperlihatkan beberapa kepala kucing dan isi perutnya di dalam karung di depan rumah warga di Medan. Pengunggah meyakini, salah satu kepala kucing itu adalah Tayo, kucing kesayangannya yang hilang beberapa waktu sebelumnya.

Foto tersebut diunggah di Instagram, @soniarizkikarai, pada Rabu (27/1/2021). Seorang perempuan menggunakan helm hitam tampak berusaha membuka karung di depan sebuah rumah. Foto tersebut mendapat puluhan like dan komentar. Pengunggah juga menambahkan keterangan panjang di bawahnya.

Akun tersebut juga mengunggah foto kucingnya yang bernama Tayo saat masih hidup. Foto itu mendapat like dan komentar hingga ribuan kali. Unggahan berikutnya berupa 4 foto yang memperlihatkan kepala kucing beserta usus. Foto itu diberita keterangan : “Slide terakhir kepala tayo”.

Personel Polsek Medan Area memasukkan barang bukti berupa kepala kucing di karung ke dalam plastik hitam. Foto KabarMedan.com

Dari penelusuran diketahui foto tersebut diambil di depan rumah warga di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai. Terlihat tumpukan kayu dan papan di atas parit. Beberapa karung lusuh terlihat di atasnya. Bahkan di lantai juga terlihat beberapa cairan diduga darah berwarna merah kehitaman dan aroma amis.

Seseorang di lokasi juga menunjukkan ada usus kucing di dalam parit. Pada Kamis (28/1/2021) pagi, sejumlah personel polisi dari Polsek Medan Area mengecek lokasi. Beberapa saat kemudian, seorang polisi mencurigai karung di dekat tumpukan kayu. Dan setelah dibuka, ternyata berisi 3 kepala kucing dan usus, tak cuma bau amis, tetapi juga busuk.

“Udah lah, dua ini aja yang dikeluarkan ya. Bau kali. Masih ada lagi ni di dalam karung ini, sama isi perutnya. Kirain tadi usus babi. Kita bawa lah ini ke Polsek (Medan Area). Kita bawa barangnya ini,” ujarnya.

Tak lama setelah itu, seorang perempuan berkerudung dan bermasker hitam tiba di lokasi bersama dengan kawan-kawannya. Namanya Sonia Rizki. Dia adalah pemilik kucing Tayo dan yang mengunggah foto di akun Instagramnya dan kemudian viral.
“Pertama saya tanya ke tetangga saya, katanya ada 2 anak-anak yang melihat kucingnya dimasukkan ke dalam goni. Memang orang sini semua pada tahu kalau misalnya bapak yang ini suka motongin kucing dan anjing untuk dikonsumsi biasanya untuk sekalian minum tuak gitu, biasanya,” katanya.

Dijelaskannya, dia pun bersama dengan saudaranya mencari sekeliling rumahnya di Tangguk Bongkar 3 hingga ke Tangguk Bongkar 7. Dia pun bertanya dengan warga, dan ditunjukkan ke alamat yang salah. Hingga akhirnya dia bertanya kepada anak-anak, dan ditunjukkan ke tempat yang benar.

Di salah satu rumah, dia berhenti dan menanyakan keberadaan seseorang yang diduga mengetahui kucingnya. “Saya datang, jumpa sama adiknya. Katanya bilang aja sama saya. Saya bilang saya jumpa langsung aja sama bapak yang bersangkutan,” katanya.

Karena tidak berhasil, dia pun bergegas pulang. Namun ketika melihat ada goni di depan rumah tersebut, dia urung. Di samping goni itu, terdapat seperti banyak darah. Saat itu, seseorang di rumah tersebut mengatakan bahwa di dalam karung tersebut (daging) anjing, bukan kucing. Karena penasaran, dia pun membuka goni tersebut dan menemukan kepala kucing dalam karung.

“Karena kami penasaran, kami buka aja kan ternyata di situ banyak kepala kucing. Kemarin saya pas buka ada sekitar 4 atau 5 kepala kucing terus saya juga merasa salah satu kucing saya ada di situ,” katanya.

Dia merasa yakin di dalam karung tersebut salah satunya adalah kucingnya karena, kucing domestik kepalanya lebih kecil. Sementara kucing miliknya adalah kucing persia jenis big bone, sehingga lebih besar. Menurutnya, di dalam karung tersebut terdapat kepala kucing yang kerangkanya berbeda sendiri.

Seseorang di rumah tersebut sempat bilang bahwa itu kepala anjing, bukan kucing namun dia tetap yakin itu kepala kucing karena dia tahu membedakan kepala anjing dan kucing. “Harapannya, dihentikan lah. Biar tak ada korban kucing dan anjing selanjutnya. Masih banyak makanan yang lebih layak, dibandingkan kucing dan anjing. Saya pun bingung kenapa banyak yang sudah tahu tapi bungkam,” katanya.

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago masih enggan memberikan keterangan terkait kepala kucing dalam karung di Jalan Tangguk Bongkar 7, Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Denai pada Kamis (28/1/2021) siang. Foto : KabarMedan.com

Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago ketika ditemui di kantornya enggan memberi keterangan kepada awak media. Pada Kamis pagi, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rianto ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan tim sudah diturunkan ke lokasi.

“Tim masih mencari ibu itu. Maksudnya gini, biar kita jumpa juga ibu itu, kemarin katanya ke kantor polisi. Kantor polisi mana. Undang-undangnya ada itu. Karena itu kan binatang bukan boleh dimakan. Ini ada aturan apalagi itu hewan peliharaan. Pasalnya itu ada, nanti kita cari pasal yang menjerat dia (pelaku) lah,” katanya. [KM-05]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.