37 Pelajar Terjaring Razia Polsek Sunggal

KABAR MEDAN | Polsek Sunggal merazia warung internet dan game online yang berada diwilayah hukumnya. Dimana, razia ini dilakukan pada sejumlah pelajar yang bolos sekolah pada saat jam belajar berlangsung, Senin ( 29/9/2014). Razia operasi sayang 2014 yang dipimpin langsung Kapolsek Sunggal, AKP Aldi Subartono ini berhasil mengamankan sebanyak 37 pelajar dari SD, SMP, SMK dan SMK di Kota Medan di sejumlah warnet diwilayah hukumnya.

Selanjutnya, para pelajar ini diboyong ke Polsek Sunggal guna didata dan dipanggil orang tua maupun kepala sekolah tempat mereka belajar. Adapun beberapa pelajar ini diantaranya Daniel Putra Liosyah pelajar SMK Tela dan, Iqbal, Ari dan Anwar merupakan pelajar SMA MAS Al washliyah Pasar V, Tomy pelajar SMA Kalam Kudus, David H Hutabarat SMA Negeri 30, Albert pelajar SD Bunga Bangsa, Nadia (17) pelajar SMK AW, Romi Atmanda Ginting pelajar SMK Teladan, M Renaldi Siregar, M Dedek dan Fuazan pelajar SMK Negeri 9, M Andrian dan Firmasyah pelajar SMK Sultan Iskandar Muda serta Redo Mahendra (15) pelajar SMK Mulia.

Kapolsek Sunggal, AKP Aldi Subartono mengatakan, razia yang dilakukan ini sebagai antisipasi terhadap kegiatan negatif yang dilaku kan pelajar. ” Kebany akan pelajar yang kita amankan ini bolos dan terlambat masuk sekolah,” jelasnya.

Dijelaskannya, dampak negatif dari permainan warnet ini banyak sekali, seperti aksi tawuran, pencurian, geng motor, narkoba hingga menyimpan video porno yang dapat menganggu psikologi pelajar. ” Ini sangat berbahaya bagi pelajar , kalau tidak kita cegah dari seka rang,” jelasnya.

Dikatakannya, para pelajar yang diamankan ini selanjutnya diberi penyuluhan . ” Hal ini bertujuan guna memberikan pemahaman kepada siswa agar memahami dampak setiap aktifitas yang dilakukan,” jelasnya.

Dikatakannya, razia ini akan terus kita lakukan terhadap warnet dan game online diwilayah hukum kita. ” Kita juga akan terus berkoo rdinasi dengan sekolah – sekolah yang ada di kawasan kita ,” jelasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.