ACEH, KabarMedan.com | Sebanyak enam sekolah di Provinsi Aceh menggelar simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami. Enam sekolah yang melakukan simulasi itu adalah SMP dan SMA Inshafuddin, MTsS dan MAS Darus Syariah, SMP Negeri 12 Banda Aceh, dan SMA Negeri 13 Banda Aceh.
Simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami ini diselenggarakan secara serentak di 18 negara, sebagai bagian dari proyek dana hibah sebesar USD1,585 juta yang diberikan pemerintah Jepang kepada UNDP.
Simulasi evakuasi di SMP dan SMA Inshafuddin (Pesantren Islam Terpadu) yang diselenggarakan pada 19 Februari 2018, dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pejabat teras dari pemerintah lokal dan staf sekretariat UNDP dari Bangkok, dan Yokota dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
Dalam simulasi diperkenalkan konsep mengenai “melarikan diri dari tsunami” yang disebut “Tsunami Tendenko” dalam Bahasa Jepang, yang diwariskan di wilayah Jepang timur laut.
Yokota dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengatakan, tsunami merupakan bencana yang merenggut nyawa banyak orang. Alih-alih menyelamatkan diri setelah terjadi guncangan, dalam bencana seperti itu tetap dapat menjaga nyawa yang berharga dengan cara melarikan diri ke tempat tinggi ketika terjadi gempa bumi besar.
“Pada tahun lalu, simulasi evakuasi tsunami ini juga pernah dilakukan di tiga sekolah, di Bali dan 3 sekolah di Provinsi Aceh. Simulasi evakuasi tsunami ini juga telah diselenggarakan di 9 negara, yaitu Maladewa, Kepulauan Solomon, dan Tonga. Rencananya masih terdapat 8 negara yang akan melaksanakan simulasi evakuasi pada tahun ini, yaitu Fiji, Papua Nugini, dan Vanuatu,” katanya.
Dia menjelaskan, yang terpenting adalah mempersiapkan masing-masing anggota keluarga untuk menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi dan tidak kembali ke rumah. Selain itu, penting juga untuk melakukan simulasi evakuasi tsunami secara berkala.
Selain itu, diadakan upacara pemberian donasi kepada SMP dan SMA Inshafuddin, dan SMA Negeri 1 banda Aceh. Donasi peralatan sepakbola diberikan kepada SMA Negeri 1 Banda Aceh, yang turut berpartipasi pada High School Students Summit on “World Tsunami Awareness Day” di tahun 2016. [KM-03]














