Situasi Masih Terkendali, Sergai Belum Putuskan untuk Liburkan Sekolah

SERGAI,KabarMedan.com | Pemkab Sergai belum mengambil kebijakan untuk meliburkan Sekolah terkait mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau Virus Corona.

Kebijakan itu belum diambil lantaran situasi di Kabupaten Sebagai saat ini masih terkendali.

“Laporan Dinas Pendidikan, terkait imbauan meliburkan sekolah dianggap masih belum perlu untuk dilaksanakan karena situasi di Sergai masih terkendali”, kata Sekretaris Daerah, Faisal Hasrimy pada Rapat Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Bupati Sergai Ir. H. Soekirman di Aula Sultan Serdang Kantor Bupati Sergai, Senin (16/03/2020).

Ia melaporkan saat ini belum ada kasus Corona yang terjadi di Kabupaten Sergai, dan meminta segenap unsur OPD terkait agar terus memantau perkembangan dan efek dari pandemi virus COVID-19.

Baca Juga:  Melampaui Target, Pembangunan Sekolah Rakyat di Sergai Sudah Capai 53,71 Persen

“Sesuai laporan Dinas Kesehatan sampai dengan hari ini belum ada masyarakat Sergai terpapar Corona”, paparnya.

Selain itu sudah dilakukan tindakan cepat dalam hal pencegahan antara lain sterilisasi dan desinfektasi di ruangan-ruangan perkantoran di lingkungan Pemkab Sergai serta dalam waktu dekat juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan desinfektasi ke sekolah-sekolah guna melindungi siswa dari penyebaran virus tersebut.

Sementara itu Bupati Sergai, Ir. H. Soekirman mengatakan, untuk menetapkan suatu daerah dalam areal bencana atau tidak, hendaknya berhati-hati sebab derajat kewaspadaan virus Corona ini tidak sama antara satu daerah dengan daerah lainnya. Banyak implikasi yang akan terjadi, bukan hanya dengan meliburkan sekolah selama 14 hari atau membuat aturan tentang ASN bekerja dari rumah

Baca Juga:  Bupati Bersama Sejumlah Pejabat Sergai Kunjungi Kemenpan-RB Koordinasi Implementasi SAKIP

Setiap keputusan yang diambil tentu harus dijelaskan dengan detail latar belakangnya serta jika akhirnya diambil keputusan untuk sementara meliburkan sekolah atau mengalihkan lokasi kerja bagi ASN maka harus jelas untuk apa hal tersebut dilakukan.

“Misalnya ketika diambil keputusan untuk meliburkan sekolah, siswa dan guru harus paham kenapa harus diliburkan selama kurun waktu tertentu, agar nantinya siswa tetap berada di rumah bukan malah bertamasya, hal yang justru akan dapat meningkatkan peluang siswa terjangkit virus”, kata Bupati.[KM-04]