MEDAN, KabarMedan.com | Kabupaten Batubara kini sudah memiliki mobil PCR COVID-19 yang mampu memeriksa sekitar 100 sampel per hari dan hasilnya bisa diketahui dalam waktu 40 menit.
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, inisiatif seperti ini sangat membantu dalam penanganan dan upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Itu memang keputusan Kabupaten masing-masing, saya percayakan kepada Bupati dan Wali Kota masing-masing untuk mengendalikan COVID-19 ini,” kata Edy, saat melepas secara simbolis mobil PCR COVID-19 dari rumah dinas di Jalan Jenderal Sudirman, Medan pada Rabu (23/9/2020).
Kepada wartawan, Bupati Batubara Zahir yang hadir bersama jajarannya mengatakan, pengadaan mobil PCR ini akan memudahkan untuk mencegah penularan COVID-19.
“Batubara ini kan dekat dengan Malaysia, jadi kita perlu penanganan cepat terkait upaya penanggulangan COVID-19 di sana,” ujarnya.
Mencegah Gejolak Sosial di Masyarakat
Zahir menambahkan, sebelumnya Gubernur Edy Rahmayadi berkunjung ke sebuah rumah sakit di Batubara.
Saat itu, kondisinya masih memprihatinkan. Saat ini, pihaknya sudah memiliki ruang isolasi bertekanan negatif.
“Kita berharap bisa ditunjuk menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Utara yang sudah ada, yakni 6 (RS),” katanya.
Dijelaskan Zahir, pihaknya bergotong royong dan bekerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sumut.
Apalagi, Kabupaten Batubara yang sangat dekat dengan Malaysia. Sehingga arus pulang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia itu sangat sering dan karenanya perlu dilakukan penanganan cepat.
“Memang gejolak sosial di sana ketika ada orang yang memberi isyarat kepada pasien meninggal dikebumikan secara COVID-19, setelah 2 – 3 hari keluar hasil swab hasilnya negatif, bisa terjadi gejolak sosial,” katanya.
Begitu juga ketika dokter memvonis bahwa yang meninggal non COVID-19 lalu dikebumikan, kemudian 3 – 4 hari berikutnya dinyatakan hasilnya positif, akan sangat banyak anggaran yang dikeluarkan untuk melacak siapa saja yang menjadi kontak langsung dengan almarhum. Misalnya dari bilal mayat, keluarga, dan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara, Wahid Khusyairi mengatakan, mobil PCR akan dioperasionalkan di tempat terjadi cluster.
“Di situ kita lakukan swab massal. Sampai hari ini kita terus melakukannya (pengiriman sampel swab) tapi kita kirim ke Provinsi. Ke depan kita tidak bawa ke Provinsi tapi kita sudah mendapatkan hasil ini dan segera dilakukan tindakan tracing treatment selanjutnya,” katanya. [KM-05]















