Keluarga Korban Medan Air Show Terima Santunan

MEDAN, KabarMedan.com | Pemerintah Kota Medan bersama pihak Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo Medan dan pihak Event Organizer Medan Air Show 2015, akhirnya memenuhi janji mereka untuk memberikan santunan kepada keluarga almarhum Ali Imran (53), korban tewas dalam kecelakaan paramotor di lokasi penyelenggaraan Medan Airshow 2015 pada 10 Mei 2015 lalu. Penyerahan itu berlangsung di Markas Komando Lanud Soewondo, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (16/6/2015).

Penyerahan santunan ini dihadiri langsung oleh istri korban, Yunita (47), dan tiga orang anaknya Ananda Muharlia (12), Nabila Zulkhalia (9) dan M Rasyid Ridho (7). Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin, Danlanud Soewondo Kol Pnb Chandra Siahaan, dan perwakilan Event Organizer Medan Airshow serta pengurus persatuan olahraga paralayang.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

“Santunan ini berupa uang tunai dan juga beasiswa bagi anak-anak almarhum, mereka juga akan dibantu oleh Pemko Medan untuk memudahkan proses pendaftaran di sekolah,” kata Eldin.

Eldin menjelaskan, santunan beasiswa yang mereka serahkan tersebut akan menanggung seluruh kebutuhan sekolah ketiga anak korban hingga tingkat SMU.

“Karena sesuai peraturan kan yang ditanggung itu hingga SMU, namun kalau mau ditingkat lanjutannya nanti bisa dibicarakan kemudian,” sebutnya.

Sementara itu, Danlanud Soewondo Kol Pnb Chandra Siahaan mengatakan, penyerahan ini merupakan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat dalam pameran Medan Air Show 2015 lalu. Selaku pemilik tempat penyelenggaraan, mereka juga berkewajiban ikut serta dalam memberikan santunan.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

“Ini bentuk tanggungjawab kita bersama, karena musibah tersebut memang sama-sama tidak kita harapkan. Terlepas dari insiden tersebut, pelaksanaan Medan Air Show 2015 sebenarnya sudah berjalan sukses,” ungkapnya.

Diberitakan, kecelakaan paramotor dalam pameran Medan Air Show 2015 lalu menewaskan seorang pengunjung bernama Ali Imran. Ia tewas tertimpa rangka tenda tempat jatuhnya paramotor yang terjatuh akibat mengalami tuis (gagal mesin). [KM-03]