
MEDAN, KabarMedan.com | Sejumlah tenaga pendidik yang mengikuti vaksinasi drive thru di Lapangan Udara (Lanud) Soewondo yang dikhususkan untuk tenaga pendidik pada Selasa (6/4/2021) pagi tadi karena ingin sehat dan tidak terpapar COVID-19. Hingga 30 menit setelah vaksinasi mereka tidak merasakan gejala apapun. Rasa sakit yang dirasakan adalah sebagaimana rasanya disuntik.
Salah satu peserta vaksinasi, Eva (44) mengatakan, dirinya mengetahui ada vaksinnaisi dari sekolah, tempatnya bekerja selama ini. Dari informasi yang diterimanya, dia memutuskan untuk ikut vaksinasi. “Iya, saya ikut vaksinasi karena ingin sehat. Kemarin tahunya ada vaksinasi di sini dari sekolah,” katanya.
Baru 20 menit setelah divaksin, dia masih belum merasakan apapun. Masih seperti biasa saja. Begitupun dia tidak merasa sakit saat disuntik. “Merajut ini supaya saya merasa tenang dan nyaman. Rasanya tidak ada. Sakitnya ya sakit disuntik saja,” ujarnya sambil memegang lengan kirinya yang baru saja diberikan suntikan vaksin.
Hal yang sama diungkakan Erna, tenaga pendidik warga Jalan Flamboyan. Dia mengetahui ada vaksinasi dari aplikasi Halodoc. Dia datang bersama suaminya untuk mengikuti vaksinasi drive thru. Hingga lebih dari 20 menit dia menunggu di tempat yang disediakan usai vaksinasi dia dan suaminya pun tak merasakan apapun. “Tak sakit. Ya, kan ikut supaya tak kena Corona (COVID-19),” ujarnya.
Yanti, yang datang bersama rombongan dalam satu mobil menjelaskan, vaksinasi ini diketahuinya dari sekolah. “Rasanya ya, kayak disuntik itu. Gak ada rasa kebas, gak ada apa-apa lah. Mudah-mudahan bisa tetap sehat setelah vaksinasi,” katanya.
Pantauan di lapangan, sejumlah tenaga pendidik di dalam mobil menunggu selama 30 menit usai vaksinasi. Saat itu, Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin mendatang satu per satu tenaga pendidik yang mengikuti vaksinasi.
Dalam kesempatan itu, dia sempat mewawancarai beberapa tenaga pendidik itu menanyakan apa yang dirasakan setelah vaksinasi. Para tenaga pendidik itu mengatakan bahwa mereka dalam keadaan baik-baik saja. “Tidak ada apa-apa pak. Mudah-mudahan kita semua bisa selalu sehat pak,” ujar salah satu tenaga pendidik.
Terget 1.000 orang per hari
Dalam kesempatan itu, Bobby menjelaskan, vaksinasi drive thru pada hari ini sebenarnya masih merupakan uji coba. Hari ini akan dilakukan hingga sore hari, sekitar 60 – 70 orang. Secara resmi vaksinasi drive thru akan dimulai besok Rabu (7/4/2021). Pihaknya berterima kasih kepada Halodoc yang sudah membantu Pemerintah Kota Medan dalam menggalakkan dan memassalkan vaksinasi.
“Ini sesuatu yang baru di Kota Medan. Kita banyak disupport oleh Lanud Soewondo, ini bekas bandara, parkirannya sangat luas. Jadi bisa menampung kurang lebih 1.000 per hari target kita, 1.000 yang divaksinasi per hari,” katanya.
Hari ini, pihaknya mengecek jalur atau rute vaksinasi drive thru, mulai dari pendaftaran, screening/cek kesehatan, tensi, wawancara kemudian proses vaksinasi dilakukan di dalam mobil. “Setelah itu menunggu selama 30 menit. Sudah disiapkan tempatnya, petugasnya, kalau nanti ada yang KIPI, kita sudah siapkan tempat ICU, salah satu ruangan di VIP di Lanud Soewondo,” ujarnya.
Rencananya, target vaksinasi ini bisa dilakukan selama berbulan-bulan dengan melihat kemampuan vaksin ke depan. Kalau bisa dimassifkan, masyarakat banyak berdatangan, vaksinasi akan tetap dibuka dengan memprioritaskan lansia dan pendampingnya, tenaga pendidik, pelayan publik.
“(yang sudah divaksin) Di Kota medan ada lebih 120.000, itu gabung ya, ada vaksin pertama dan kedua. Dalam sehari, targetnya 1.000 orang,” katanya. [KM-05]













