MEDAN, KabarMedan.com | Memperingati HUT TNI ke-70 di Lanud Soewondo Medan, puluhan personil TNI mempertontonkan peragaan ketangkasan dengan membawa meriam sambil membentuk formasi ke arah utara, timur, dan barat, kemudian memasukkan peluru dan siap untuk ditembakkan.
Dari tengah barisan, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Pangdam I/BB Mayjend Lodewyk Pusung, dan jajaran FKPD datang mendekat, kemudian menyulut sumbu meriam hingga menimbulkan ledakan keras memekakkan telinga. Terdengar lima dentuman keras yang diwarnai tepuk tangan dan sorak mayarakat yang datang menonton.
HUT TNI ke-70 di Lanud Soewondo Medan juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan diantaranya parade alutsista dan pragmen perjuangan Jenderal Sudirman melawan penjajah Belanda.
Dalam pragmen tersebut, tentara Belanda yang dilengkapi senjata lengkap dengan kendaraan perang terlihat menyerang Tentara Rakyat. Sejumlah Tentara Rakyat gugur dalam medan pertempuran.
Tentara Belanda kemudian merayakan kemenangan dengan menggelar pesta. Saat pesta berlangsung, Jenderal Sudirman dan Tentara Rakyat memanfaatkan kelengahan lawan. Berbekal bambu runcing dan senjata api seadanya, Tentara Rakyat melakukan penyerangan. Dengan semangat berkobar, para pejuang akhirnya berhasil memukul mundur sekaligus melumpuhkan tentara Belanda.
“Atas nama Pemerintah Propinsi dan masyarakat Sumatera Utara, saya mengucapkan Dirgahayu TNI ke-70 dan terima kasih atas sumbangsih TNI selama ini kepada bangsa dan rakyat,” sebut Plt Gubsu, Tengku Erry Nuradi.
Tengku Erry Nuradi juga membacakan amanat Presiden Joko Widodo. Dalam amanat tersebut, Jokowo berjanji akan meningkatkan kemampuan alutsista TNI serta memperhatikan kesejahteraan prajurit.
“Presiden menegaskan, untuk membangun kekuatan pertahanan, kita harus bisa memenuhi kebutuhan alutsista secara terpadu di ketiga matra pertahanan. Saat ini hampir semua negara berlomba-lomba untuk memajukan teknologi pertahanannya,” pungkas Erry. [KM-01]














