Buru Kelompok Santoso, Polri Gelar Operasi “Camar Maleo”

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

MEDAN, KabarMedan.com | Aksi teroris sepertinya semakin masif dan tak hanya dilakukan oleh kelompok Santoso saja. Ada kelompok lain yang juga mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal ini terungkap dari pernyataan Kapolri Jenderal Badrorin Haiti, yang mengatakan bahwa sembilan orang yang diamankan Densus 88 Antiteror kemarin bukanlah bagian dari kelompok Santoso. Meskipun kelompok Santoso tengah diburu.

“Mereka sebetulnya orang-orang bekas JI (Jamaah Islamiyah) yang sekarang mendukung ISIS. Sehingga ada kaitannya dengan ISIS,” papar Kapolri, di Medan, Minggu (20/12/2015).

Baca Juga:  Puluhan Emak-emak Geruduk SPBU di Dolok Masihul Akibat Langkanya BBM

Kesembilan orang itu kata Jenderal bintang empat ini, akan melakukan aksi teror di beberapa tempat di daerah Jawa Tengah. Aksi tersebut pun diketahui akan dilakukan pada akhir bulan Desember.

Saat ditanyakan keberadaan kelompok Santoso, mantan Kapolda Sumut ini mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan. “Kelompok Santoso sedang kita lakukan operasi di sana,” paparnya.

Seperti diketahui, Polri sejak beberapa bulan terakhir melakukan operasi yang diberi nama “Camar Maleo” untuk memburu Kelompok Santoso. Operasi tersebut akan terus dilakukan hingga akhir Januari 2016 mendatang.

Baca Juga:  Laga Kambing Dua Motor di Sergai, Empat Orang Terluka

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 mengamankan sembilan orang terduga teroris dari lima daerah di tiga Provinsi. Dalam penangkapan tersebut, Densus 88 turut mengamankan sejumlah bahan seperti paralon, karbit, gotri, parang, parafin, paku, serta barang lainnya. Barang-barang yang diamankan tersebut merupakan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membuat bahan peledak. [KM-03]