MEDAN, KabarMedan.com | Hujan yang mengguyur Kota Medan menyebabkan pohon trembesi tumbang dan menimpa ?sedikitnya tujuh rumah warga di Jalan Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Rabu (10/2/2016).
Diduga pohon tersebut tumbang karena sudah lapuk termakan usia. Kayu tersebut menimpa rumah milik Aminah, Juli, Bambang, Rina, Arifin, dan dua rumah lagi milik saudara Ibu Aminah.
Aminah (56) warga Jalan Mantri yang rumahnya ikut tertimpa mengatakan, pohon tersebut tumbang setelah hujan reda sebentar.
“Enggak ada angin, memang kayu itu sudah tua,” ujar Aminah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (10/2/2016) sore.
Dia mengatakan, saat kejadian dirinya tengah membersihkan kamar mandinya yang berada dibagian belakang. Sedangkan anak-anaknya berada di depan.
“Ibu liat dari belakang dapur ada suara letupan, dan ada api karena kabel listrik putus,” jelasnya.
Tiba-tiba saja ranting besar pohon tersebut menimpa rumahnya. Beruntung ia sempat menyelamatkan diri. Begitu juga dengan anak-anaknya. Seorang anaknya yang bernama Evi (20) saat itu sedang tidur. Akibat peristiwa tersebut, sang anak merasa terkejut dan wajahnya pucat pasi.
“Rumah saya hancur di bagian depan. Kalau yang parah ya disebelah kanan rumah saya,” papar Aminah.
?Tiga orang mengalami luka ringan dalam kejadian tersebut, yakni Arifin (59), Alif (18), dan Tanjung (40). Ketiganya merupakan warga Jalan Mantri, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Namun, Arifin sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Saat ditemui, Arifin yang merupakan suami dari Aprida mengatakan ia sempat menahan reruntuhan dinding rumahnya dengan kedua tangannya. Lalu dirinya pun berteriak minta tolong.
“Waktu kejadian saya sedang tidur. Saya enggak bisa bergerak, ketimpa dindig yang roboh. Kaki, tangan dan punggungnya masih terasa sakit karena menahan dinding rumah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ali Umar, Kepala Lingkungan III, Kelurahan Aur mengatakan, akibat peristiwa tersebut tujuh rumah yang dihuni tujuh kepala keluarga rusak.
“36 jiwa yang tertimpa musibah sementara waktu tinggal di Kelurahan,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, ia berharap kepada Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertamanan untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. [KM-03]














