MEDAN, KabarMedan.com | Puluhan Hijabers Medan membagi-bagikan jilbab kepada pengguna jalan di Kota Medan. Aksi ini sebagai bentuk penolakan pada hari valentine.
Selain jilbab, massa juga membagikan cokelat yang bertuliskan menolak hari valentine. Massa menilai tradisi perayaan hari valentine tidak cocok digunakan di Indonesia.
“Gerakan ini sangat baik bagi umat muslim, karena menggantikan hari valentine dengan hari hijaber internasional,” kata seorang massa aksi, Siti halimah.
Koordinator aksi, Widya Wulandari mengatakan, aksi bagi jilbab dan cokelat ini dilakukan sebagai bentuk penolakan keras terhadap umat islam yang merayakan hari valentine.
“Valentine bukanlah tadisi umat islam,” ungkapnya.
Salah seorang pengguna jalan, Iva Syahfirti mengaku, sangat mendukung gerakan bagi-bagi jilbab di hari valentine ini.
“Melalui aksi itu saya berharap peran orang tua untuk dapat memantau aktivitas anaknya. Ini dilakukan karena sekolah mempunyai keterbatasan untuk mengontrol anak didiknya,” pungkasnya. [KM-03]














