MEDAN, KabarMedan.com | Membaca buku kini bukan lagi kegiatan yang membudaya dikalangan pelajar. Padahal buku merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Buku merupakan jendela ilmu yang memberikan informasi dan pengetahuan. Anak perlu dirangsang untuk mencintai kegiatan membaca buku, demikian dikatakan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, saat membuka Pelatihan Praktik Baik Dalam Pembelajaran Tingkat SD/MI di Hotel Grand Kanaya, Medan, Rabu (24/2/2016).
“Kreativitas guru merupakan kunci keberhasilan pembudayaan membaca. Keterbatasan sarana tidak selamanya menjadi kendala untuk meningkatkan minat baca. Saya ingat sekali ketika saya SD, ada guru saya bernama Pak Simangontang Silitongan di SD Negeri 27, sekarang SD Negeri 060863 Kelurah Brayan Bengkel. Saya lihat guru itu kreatif. Sebelum masuk jam belajar, siswa didudukkan dihalaman. Tidak ada fasilitas waktu itu. Anak-anak dikasih buku dan disuruh membaca satu bab. Besok begitu lagi. Dari situlah kebiasaan membaca buku,” beber Akhyar..
Lebih lanjut, Koordinator Daerah USAID PRIORITAS Kota Medan, Bambang F. Wibowo menyebut, keterampilan membaca sebagai keterampilan dasar yang menentukan prestasi belajar. Semakin baik kemampuan anak membaca, maka semakin baik pula kemampuan anak menalar pembelajaran.
“Keterampilan membaca jangan dipahami sekadar mengenali huruf, kata dan kalimat. Memahami isi bacaan juga termasuk sebagai salah satu elemen penting dalam keterampilan membaca,” terangnya.
Bambang mengatakan, USAID PRIORITAS telah berkomitmen membantu Kota Medan untuk meningkatkan budaya. Komitmen itu diwujudkan melalui hibah sekitar 100 ribu buku bacaan berjenang. Hibah buku ini akan didistribusikan kepada 166 sekolah yang terdiri dari 117 SD negeri dan swasta, dan 49 madrasah ibtidaiyah (MI).
“Sebelum buku ini digunakan, kami akan melakukan pelatihan kepada ratusan guru-guru kelas awal. Kami perkirakan lebih dari 14,400 siswa kelas awal atau siswa kelas 1,2 dan 3 akan menerima manfaat dari hibah buku ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, buku bacaan berjenjang dirancang untuk siswa kelas awal. Penggunaan buku ini ditujukan memperkuat pondasi keterampilan membaca.
“Agar anak kita dapat memahami sebuah bagian cerita, maka Ia harus membaca 45-6o kata permenit. Itu dikarenakan kemampuan memori otak manusia, hanya mampu menampung tujuh hal secara bersamaan selama 12 detik,” pungkasnya. [KM-01]














