Pengemudi GO-JEK Bentrok Dengan Penarik Betor di Medan

MEDAN, KabarMedan.com |  Para pengemudi ojek online GO-JEK terlibat bentrok dengan penarik becak bermotor (Betor) di Jalan Stasiun Kereta Api Medan, Rabu (22/2/2017). Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di menjadi macet.

Informasi dihimpun, bentrokan ini dipicu aksi sweeping yang dilakukan kelompok penarik betor terhadap seorang pengemudi GO-JEK saat melintas di lokasi. Aksi sweeping ini merupakan buntut dari tuntutan para penarik betor yang sehari sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

Saat dihentikan, seorang penarik betor meminta pengemudi GO-JEK membuka helmnya. Bahkan, helm pengemudi GO- JEK tersebut juga dipecahkan. Tak terima, pengemudi GO-JEK itu kemudian menghubungi rekan-rekannya. Mereka kemudian turun ke lokasi dan terlibat bentrok.

Bentrok antar kedua kubu berlangsung singkat. Petugas kepolisian yang turun ke lokasi memisahkan kedua kubu yang bertikai. Namun, ketegangan tetap berlanjut karena banyaknya pengemudi GO-JEK yang terus berdatangan ke lokasi.

“Saya minta bubar. Jika ada yang merasa keberatan nanti diselesaikan secara hukum. Bukan begini caranya main hakim sendiri,” kata Kapolsek Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Seorang penarik betor bernama Nur mengaku, para pengemudi GO-JEK tiba-tiba mendatangi tempat mangkal mereka. Bahkan, sejumlah pengemudi GO-JEK  langsung merusak betor miliknya yang sedang terparkir.

“Mereka yang ilegal kok mereka pula yang nyerang kami. Lihat aja kondisi becak saya rusak. di bagian depan dan belakangnya akibat dirusak sama mereka,” pungkasnya. [KM-03]