AS Hibahkan USD3,8 Juta Untuk Lindungi Spesies Terancam Punah di Sumatera

JAKARTA, KabarMedan.com | Tropical Forest Conservation Act Sumatra (TFCA Sumatra), sebuah program kemitraan antara Pemerintah Amerika Serikat, Pemerintah Indonesia, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), dan Conservation International Foundation (CI), mengumumkan hibah senilai USD3,8 juta untuk 11 lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal.

Berbagai LSM tersebut akan bekerja untuk melestarikan hutan tropis di Sumatera dan melindungi spesies satwa liar yang terancam punah seperti badak sumatera, gajah, orangutan, dan badak.

“Badak sumatera, harimau, gajah dan orangutan terancam punah. Jika habitat mereka terus menghilang, mereka akan benar-benar punah,” kata Duta Besar AS Untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, Rabu (26/4/2017).

Dia mengatakan, Amerika Serikat merasa bangga dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan mitra lokal untuk melindungi spesies yang sudah langka dan hutan tropis. Dengan bekerjasama, juga dapat membantu memastikan bahwa hutan Sumatera terus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:  Lansia Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

“Konsorsium yang terdiri empat organisasi akan bekerja untuk menyelamatkan orangutan di ekosistem leuser, antara lain Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), Forum Orangutan Indonesia (FORINA), Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI), dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli,” ujarnya.

Beberapa organisasi berikut akan berupaya melestarikan gajah, seperti The Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (VESSWIC) bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada, LSM Conservation Response Unit (CRU) Aceh, Konsorsium Yayasan Taman Nasional Teso Nilo yang terdiri dari YTNTN, Universitas Riau dan HIPAM, dan Yayasan Konservasi Satwa Liar Indonesia (YKSLI).

Kemudian, Konsorsium Rimba Lestari, terdiri dari Yayasan Penyelamatan Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) dan Universitas Jambi, akan berupaya menyelamatkan harimau di Provinsi Riau dan Lampung.

Berbagai organisasi berikut akan berupaya menyelamatkan badak sumatera dan habitatnya, seperti Forum Konservasi Leuseur (FKL), Alert, Zoological Society of London (ZSL), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Institut Teknologi Bandung, Yayasan Leuser International (YLI), Forum Konservasi Leuseur (FKL), Yayasan Badak Indonesia (YABI), WWF Indonesia, dan Wildlife Conservation Society (WCS).

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

Pemerintah Amerika Serikat telah bermitra dengan Pemerintah Indonesia dalam perjanjian TFCA sejak tahun 2009 untuk mendukung upaya konservasi hutan. Di bawah Undang-undang Konservasi Hutan Tropis tahun 1998, sumber daya untuk pembayaran hutang kepada Pemerintah AS dialihkan untuk kegiatan yang membantu pelestarian hutan tropis yang menjadi tempat tinggal 70 persen tumbuhan dan hewan yang ada di dunia.

Pertukaran utang dengan kegiatan pelestarian alam ini membangun landasan yang kuat untuk keterlibatan daerah dalam perlindungan keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan, dan penyusunan kebijakan konservasi. [KM-03]