MEDAN, KabarMedan.com | Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu) memberikan atensi khusus terhadap kasus perdagangan manusia. Bahkan, kasus ini menjadi persoalan utama kedua setelah kasus penyalahgunaan narkoba.
“Setelah narkoba, kasus perdagangan manusia menjadi peringkat kedua. Ini harus diwaspadai, termasuk keluarga kita,” kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Rycko Amelza Dahniel, Jumat (5/5/2017) kemarin.
Dalam kasus perdagangan manusia, katanya, korbannya selalu dibohongi para pelaku yang mengambil keuntungan materi. “Saya prihatin dan sangat disayangkan korbannya dibohongi untuk bekerja di luar negeri dengan pekerjaan hina. Cara mereka lakukan kepada korbannya dengan ilegal,” ujarnya.
Dirinya menghimbau, perlu ada perhatian khusus terhadap kasus perdagangan manusia di Sumatera Utara. Setiap masyarakat harus berhati-hati jika ada seseorang yang menawarkan jasa tenaga kerja. “Selain narkoba, kasus itu juga harus diwaspadai. Saya berharap masyarakat selalu berhati-hati dengan modus seperti ini,” pungkasnya. [KM-03]














