MEDAN, KabarMedan.com | Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Sutrisno mengaku tidak terlibat dalam kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2017.
Sutrisno mengaku, penerimaan gelombang kedua pada 180 siswa itu dilakukan berdasar desakan masyarakat. Dimana, 180 siswa itu sudah belajar di SMA Negeri 2 Medan selama empat bulan dan sudah mengikuti ujian tengah semester. “Saya gak ada. Ini masyarakat yang mendesak,” kata Sutrisno, Selasa (17/10/2017).
Sutrisno mengaku, tetap menjalankan perintah dari Disdik Sumut untuk mengeluarkan para siswa. Sudah tiga kali surat dilayangkan kepada para siswa itu. “Arahan dari dinas dan sudah ada surat untuk mengeluarkan para siswa itu,” ujarnya.
Ditanyai mengenai solusi terkait kisruh itu, Sutrisno malah angkat tangan. Dirinya menyerahkan seluruhnya kepada Disdik dan wali murid. Hingga kini sudah ada 20 siswa terindikasi ilegal yang keluar dari sekolah dan pindah ke sekolah swasta.
“Sudah saya keluarkan sebanyak tiga kali, namun orang tua murid hingga kini bertahan. Itu juga saya belum tahu jalan keluarnya,” pungkansya. [KM-03]














