MEDAN, KabarMedan.com | Ratusan driver Grabbike menggelar aksi unjukrasa di kantor manajemen Grab, di Komplek CBD Polonia, Medan, Rabu (21/3/2018).
Aksi yang dilakukan para driver Grabbike sempat diwarnai kericuhan. Para driver mencoba memaksa masuk ke dalam kantor. Aksi dorong dengan petugas keamanan pun sempat terjadi.
Para driver pun sempat melempari petugas dengan botol air mineral. Namun, situasi kembali kondusif setelah Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto menenangkan mereka.
Dalam aksinya, para driver Grabbike menuding pihak manajemen telah melakukan penipuan dengan tidak membayarkan insentif yang menjadi hak mereka.
“Kami merasa ditipu. Sudah seminggu, bahkan ada yang sudah 2 minggu insentif kami belum dibayarkan,” kata salah seorang pendemo.
Para driver mengaku tidak mengetahui alasan manajemen tidak membayar promo dan memberikan insentif.
“Mereka hanya buang badan. Cuma bilang ada kesalahan sistem, dan menyerahkan ke pusat,” ujarnya.
Salah seorang driver Grab bernama Cipto Pranyoto mengaku, dirinya telah 14 hari belum dapat mengambil intensif dari dompet tunai miliknya.
“Seharusnya bisa keluar setiap hari, namun ini sampai sekarang belum dapat diambil melalui ATM. Ada sekitar Rp250 ribu di dalam dompet tunai milik saya,” katanya.
Para pengemudi sebenarnya sudah melakukan unjuk rasa di tempat yang sama pada Senin 19 Maret 2018.
Perwakilan manajemen juga telah menandatangani perjanjian dan menyatakan akan menyelesaikan persoalan itu pada Selasa 20 Maret 2018, namun nyatanya hak pengemudi tak kunjung diberikan.
Mereka juga memprotes semakin tingginya jumlah order yang dikerjakan sebagai syarat untuk mendapatkan insentif tertinggi. “Sudah semakin berat, insentifnya pun tak keluar,” pungkas driver. [KM-03]














