JAKARTA, KabarMedan.com | Bukalapak terus berupaya untuk memperluas literasi digital serta turut membangun semangat pemanfaatan media digital yang lebih positif.
Melalui gelaran BukaTalks bertajuk “Literasi Era Digital”, yang diselenggarakan di Kantor Bukalapak di bilangan Kemang, Bukalapak menggandeng sederet pakar media diantaranya, Najwa Shihab selaku jurnalis dan founder Narasi TV, Ardyan M. Erlangga selaku Managing Editor Vice Indonesia, serta Dahlan Dahi selaku Director Tribunnews.com.
“Di acara BukaTalks kali ini, Bukalapak mengajak seluruh masyarakat untuk dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana bertukar pikiran dan wadah informasi berbobot yang dapat memicu inovasi. Kami mengundang tiga pakar media yang memiliki semangat yang sama untuk membangun media digital dengan cara dan perspektif mereka masing-masing,” kata Budi Putra, Associate Vice President of Content Bukalapak, Senin (10/9/2018).
Najwa Shihab, jurnalis dan founder Narasi TV mengatakan, ada perubahan besar dalam cara kita mengonsumsi informasi. Hal ini membuat relasi antara jurnalis dan pembuat konten semakin dekat dengan publiknya, sehingga komunikasi yang terjadi bukan lagi satu arah namun dua arah.
Untuk itu konten, kolaborasi, komunitas, dan kemampuan untuk membuat hal penting menjadi menarik menjadi kunci utama dalam perkembangan media digital. Apapun yang tampil di layar kita akan melebihi waktu, melampaui generasi, membentuk wajah dan kepribadian negeri. Melalui acara BukaTalks ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana bertukar pikiran yang berbobot dan edukatif. Masyarakat harus sadar bahwa begitu memasuki dunia internet, rekam jejak digital menjadi abadi,” ujarnya.
Dahlan Dahi, Director Tribunnews.com mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi memberikan warna baru dalam industri media. Untuk dapat beradaptasi dengan perubahan, kita harus lihai dalam melihat perilaku audiens.
“Sekarang informasi dapat diakses di manapun dan kapanpun dengan sangat mudah melalui gawainya, sehingga masyarakat terbiasa dengan laju informasi yang cepat. Media harus kreatif menyajikan informasi yang tidak saja relevan, tapi juga punya value kepada pembaca,” ucapnya.
Ardyan M. Erlangga, Managing Editor Vice Indonesia mengaku, media digital memiliki tantangan tersendiri. Sebagai pelaku, kita harus pintar dalam memilah informasi mana yang layak untuk dipublikasi dan yang tidak. Selain itu, pemilihan topik dan media komunikasi juga menjadi hal yang krusial dalam menggaet penonton atau pembaca.
“Perspektif baru dari sebuah peristiwa dan kepiawaian memilih topik yang belum ada di media lain merupakan strategi kami dalam mengisi ruang di industri media digital. Dengan pendekatan imersif, topik tidak harus selalu baru tapi bisa dikemas berbeda, segar dan bisa ditonton atau dibaca kapan saja,” pungkasnya. [KM-03]














