Vivo Sumbang Rp 4 Miliar Untuk Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

JAKARTA, KabarMedan.com | Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda kawasan Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018 sore, menyisakan duka mendalam bagi para korban dan juga seluruh bangsa Indonesia, tak terkecuali bagi Vivo Indonesia.

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa dan tsunami, Vivo Indonesia memberikan donasi sebesar Rp 4 miliar yang disalurkan melalui Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Donasi yang vivo berikan ini tentu saja tidak bisa menggantikan kerusakan dan kehilangan yang terjadi, namun vivo merasa sangat perlu untuk mendukung program penanganan bencana, terutama untuk membantu kelangsungan hidup korban yang selamat. Ini menjadi duka kita bersama, kami berharap upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat membantu meringankan beban ribuan saudara kita di Palu, Donggala, dan area terdampak lain,” kata Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia, Kamis (4/10/2018).

Baca Juga:  Program MBG Prabowo Dongkrak Pendapatan Petani Buah di Sergai

Donasi secara simbolis diserahkan Fachryansyah Farandy, General Manager for Digital and Partnership PT Vivo Mobile Indonesia kepada Rini Maryani, Vice President Aksi Cepat Tanggap yang bertempat di Kantor Pusat ACT.

“Vivo bekerjasama dengan ACT yang telah sangat sigap dan profesional menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana, termasuk untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sejak awal. Kami pun berharap bantuan yang diberikan ini dapat sesegera mungkin menjangkau para korban,” ujarnya.

Baca Juga:  Program MBG Prabowo Dongkrak Pendapatan Petani Buah di Sergai

Rini mengapresiasi kepercayaan yang telah dititipkan kepadanya.”Kepedulian dari Bangsa ini, termasuk dari vivo akan menjadi energi penggerak untuk segera memulihkan Palu dan Donggala. Seperti tagar yang diinisiasi oleh ACT bertajuk#IndonesiaBersamaPaluDonggala,” jelasnya.

Pasca gempa besar dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personil menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan.

Pada Sabtu 29 September 2018, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu disambung dengan perjalanan darat. [KM-03]