Kapolsek Parongil Ditikam Saat Hendak Ringkus Pelaku Pembunuhan

MEDAN, KabarMedan.com | Pembunuhan terjadi di Dusun Lae Sulfi, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga Pungga, Kabupaten Dairi, Rabu (24/10/2018). Selain membunuh pelaku juga menikam dada dan lengan Kapolsek Parongil, Polres Dairi, AKP Sayuti Malik saat hendak ditangkap.

Informasi dihimpun, kejadian berawal saat pelaku Pirhot Nababan (43) mendatangi korban Rimson Sitorus (46) yang tak lain adalah tetangganya. Korban lalu bertanya kepada pelaku “Apakah ada gas di warung kita.”Firhot menjawab ada”. Korban menyuruh anaknya membeli gas ke warung milik Firhot.

Tiba-tiba pelaku menikam leher korban. Saksi yang melihat mencoba melerai, namun pelaku balik menyerang. Saksi kemudian menyelamatkan diri ke perladangan.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Kejadian itu dilaporkan kepada kepala desa dan Polsek Parongil. Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik bersama personelnya turun ke lokasi, dan melihat pelaku di depan rumahnya sambil memegang pisau panjang dan belati. Sayuti meminta Rismon untuk menyerahkan diri, namun permintaan itu tidak dituruti.

Tembakan peringatan diberikan. Pelaku melemparkan pisau panjangnya. “Tersangka mendekati personel, Kapolsek mundur dan terjatuh. Saat itu juga pelaku menikam kapolsek pada bagian dada sebelah kiri dan lengan kiri dengan pisau yang masih dipegang oleh tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Melihat Sayuti ditikam, masyarakat spontan menyergap Rismon. Warga yang emosi juga menghakimi pelaku. Sayuti dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pelaku yang ditangkap juga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga:  Sehari Empat Kecelakaan Terjadi di Sergai, Tiga Luka dan Dua Patah Kaki

“Petugas memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati tubuh korban tergeletak tanpa kepala di depan rumahnya. Kepalanya ditemukan sekitar 40 meter dari tubuhnya. Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini petugas masih mendalami motif pembunuhan itu. “Motifnya diduga dendam lama akibat permasalahan batas tanah pekarangan rumah sekira tahun 2016, yang sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kepala desa setempat, dan persaingan dagang,” pungkasnya. [KM-03]