Akhyar Nasution: Kepling Harus Berkantor di Wilayahnya

MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Wali Kota Medan, H. Akhyar Nasution menegaskan, Kepala Lingkungan (Kepling) harus lebih peka dan peduli terhadap warga. Untuk itu, setiap Kepling jangan pernah berkantor di Kantor Lurah, namun harus di wilayahnya masing-masing.

“Saya minta Bapak dan Ibu Kepling jangan ada lagi yang berkantor di Kantor Lurah. Kepling harus berkantor di wilayahnya masing-masing agar informasi maupun keluhan dan yang menjadi kebutuhan dari wargany,” katanya saat menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepling se – Kota Medan, di Taman Wisata Merci, Jumat (16/11/2018).

Akhyar berpesan, untuk selalu menjaga lingkungannya masing-masing baik itu dari segikebersihan, keamanan dan ketertibanya serta memberikan pelayanan dengan tulus ikhlas kepada masyarakat. Karenanya Akhyar memberikan 3 hal utama terkait pekerjaan yakni mengajak masyarakat mewadahi sampah.

Baca Juga:  Bobby Nasution Bantu Penyelesaian Persoalan Retribusi Wisata Air Panas Karo dengan Dua Opsi

“Tugas Kepling mengajak masyarakat untuk mewadahi sampah mereka masing-masing nanti akan ada petugas yang mengangkutnya, jangan biarkan diletakkan begitu saja, saya tidak ingin melihat banyak tumpukan sampah di pinggir jalan,” ungkapnya.

Tugas lain Kepling ialah menghimbau masyarakat untuk mau membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena menurut Wakil Wali Kota sehebat apapun rencana pembangunan bila PBB nya tidak di tagih maka pembangunan tersebut tidak akan berjalan lancar.

“Sehebat apapun rencana pembangunan kalau PBB tidak di minta, maka akan percuma, karena itu kepling juga harus mengingatkan masyarakat untuk membayar PBB,” jelasnya.

Baca Juga:  Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 KM Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan

Akhyar juga meminta agar Kepling menjaga keamanan wilayahnya dari maraknya aksi pencurian dan peredaran narkoba. Sebab kedua hal ini dinilai sangat di risaukan oleh masyarakat.

“Pantau keamanan wilayah saudara, karena terkadang kerap terjadi pencurian utilitas kota, karena barang-barang ini sangat gampang dijual oleh pencuri, selain itu pantau juga peredaran narkoba, jadikan tiap-tiap sudut gang itu seperti kampung selfie yang dulunya terkenal sebagai sarang naroba kini berubah menjadi tempat wisata,” pungkasnya. [KM-03]