MEDAN, KabarMedan.com | Forum Kejepangan Medan yang mewadahi berbagai kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan kejepangan, menggelar launching ceremony sebagai wujud resmi telah berdirinya forum itu. Acara tersebut berlangsung di ruang rapat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara pada Sabtu (19/1/2019).
Selain menjalin silaturahmi dengan para organisasi kejepangan lainnya, acara ini juga untuk memperkenalkan kepada para pecinta dan pembelajar serta peneliti di bidang kejepangan, akan adanya wadah bagi mereka untuk melakukan berbagai kegiatan ilmiah, seperti seminar penelitian dan workshop yang berkaitan dengan kejepangan.
Forum ini dibentuk oleh beberapa tenaga pengajar dari beberapa institusi yang mengajarkan bahasa Jepang dan bekerja sama dengan Konsulat
Jenderal Jepang di Medan.
Berbagai kegiatan Forkem ini ke depannya akan disosialisasikan melalui media sosial instagram dengan alamat @forum.kejepangan.medan dan akun facebook dengan alamat Forum Kejepangan Medan.
Ketua Fokrem Alimansyar, Ph.D. mengungkapkan adanya kendala bagi para peneliti yang berkecimpung di bidang kejepangan di dalam mencari wadah untuk saling berbagi ilmu, dan hasil penelitian dalam bentuk seminar dan workshop, memicu para pengajar bahasa Jepang dari beberapa lembaga pendidikan di kota Medan, untuk bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan membentuk suatu forum ilmiah yang dapat mewadahi berbagai kegiatan ilmiah tersebut.
Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya USU, Dra. Heristina Dewi, M.Pd mengatakan, Fakultas Ilmu Budaya USU akan senantiasa bersedia memberikan dukungan kepada Forkem di dalam menjalankan berbagai kegiatan ilmiahnya, serta berharap kegiatan yang akan diadakan Forkem selain bernuansa ilmiah, juga “asyik” agar diminati kalangan milenial di kota Medan.
Konsul Jenderal Jepang di Medan, Takeshi ISHII, mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan Forkem nantinya yang merupakan salah satu wadah untuk memperlihatkan sisi yang baru dari Jepang ke masyarakat Medan, serta berharap Forkem yang dibangun generasi muda akan menjadi salah satu kelompok yang membangun hubungan baik antar kedua negara dalam jangka menengah dan panjang.
Ketua Program Studi Sastra Jepang USU, Prof. Hamzon Situmorang Ph.D. menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Moral Kesetiaan 47 Orang Samurai dalam (Akouroshi Chushingura)”.
Orasi ilmiah tersebut menjelaskan bagaimana konsep kesetiaan masyarakat Jepang yang lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi yang berakar dari konsep kesetiaan samurai di masa lampau. [KM-03]














