Imigran Pencari Suaka di Medan Unjuk Rasa di Kantor UNHCR

MEDAN, KabarMedan.com | Para imigran pencari suaka asal Sudan, Somalia, Etiophia, Palestina, Irak, Afganistan, Srilanka dan beberapa negara lainnya ini, berunjuk rasa di depan kantor UNHCR, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (22/8/2019).

Mereka mengaku kekesalan lantaran tak kunjung diberangkatkan ke negara-negara tujuan suaka. Padahal, mereka telah lama tinggal di lokasi penampungan di Medan.

“Sudah tujuh tahun saya tinggal di sini, namun sampai sekarang belum ada kejelasan dari UNHCR,” kata seorang imigran asal Sudan, Ishaq Bahar.

Baca Juga:  Praperadilan Ditolak PN Sei Rampah, Penetapan Tersangka Cabul Anak di Polres Sergai Sah

Selama tinggal di Medan mereka tak bisa bekerja, karena negara maupun UNHCR tak memperbolehkan mereka bekerja.

“Kami bosan hidup seperti ini, Kami hanya makan dan tidur. Mencari kerja tidak boleh,” ujar Ibrahim Basim, imigran asal Palestina.

Sepanjang tinggal di Indonesia mereka hanya berharap dana bantuan dari PBB yang dikelola oleh lembaga non pemerintah, International Organization for Migration (IOM) dan UNHCR.

Baca Juga:  Dua Pria Dibekuk Polisi Saat Transaksi Sabu di Sarang Narkoba Desa Kota Pari

Rata-rata setiap imigran mendapat bantuan biaya hidup Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Masalah lainnya, anak-anak mereka tidak bisa mendapat pendidikan formal selama tinggal di Indonesia. Belum lagi biaya kesehatan yang  tidak diperoleh mereka.

“Jika terus tinggal disini kami tidak memiliki masa depan. Kami minta segera diberangkatkan,” demikian Aiman Nasir, imigran asal Irak. [KM-05/03]

Berkomentarlah secara bijaksana, komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator.

Please enter your comment!
Please enter your name here