Bawa Kabur Uang COD Rp 120 Juta, Oknum Leader Kurir SPX di Sergai Dilaporkan ke Polisi

SERDANG BEDAGAI, KabarMedan.com | Seorang oknum leader ekspedisi SPX Express berinisial AAQ (32), dilaporkan ke Polres Serdang Bedagai (Sergai) atas dugaan penggelapan uang Cash on Delivery (COD) senilai total Rp120 juta rupiah.

Pelaku diduga membawa kabur uang setoran milik puluhan kurir dari dua hub (gudang) berbeda, yakni Hub Pegajahan dan Hub Perbaungan.

Laporan resmi tersebut dibuat oleh salah satu korban yang mewakili puluhan kurir lainnya, Rahmad Tumanggor (30), warga Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, pada Senin (8/6/2026).

Menurut Rahmad, aksi penggelapan ini berdampak pada puluhan kurir yang berada di bawah naungan pelaku. Dari total kerugian sekitar Rp120 juta yang dialami manajemen SPX, kerugian khusus untuk para kurir di Hub Pegajahan berkisar antara Rp28 juta hingga Rp35 juta.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Pengurus GP Ansor Sergai 2025-2029 Berkomitmen Atasi Masalah Sosial dan Narkoba

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan menyediakan jasa titip (jastip) untuk menyetorkan uang hasil COD para kurir ke bank. Rahmad menjelaskan bahwa setiap malam sekitar pukul 23.00 WIB setelah selesai mengutip uang dari konsumen, pelaku biasanya pergi ke ATM BCA untuk menyetor uang tersebut secara tunai.

Setelah uang disetor oleh pelaku, para kurir kemudian mengirimkan kode virtual account mereka kepada pelaku untuk diselesaikan proses administrasinya.

“Awalnya jasa titip ini berjalan lancar selama setahun terakhir dan kami tidak menaruh curiga sama sekali. Kejadiannya baru kami sadari pada Sabtu (6/6/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat saya mau mengirimkan kode virtual account, nomor pelaku sudah tidak aktif (lost contact),” ujar Rahmad usai memberikan keterangan di Mapolres Sergai, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Kecurigaan para kurir diperkuat setelah adanya informasi di grup internal mereka yang menyatakan bahwa AAQ sudah tidak berada di kediamannya di daerah Sukaberas. Tak hanya itu, nomor WhatsApp pelaku juga diketahui sudah tidak terdaftar lagi.

Rahmad yang berprofesi sebagai kurir driver di Hub Perbaungan ini menambahkan, pelaku membawahi dua wilayah kerja. Meskipun Hub Pegajahan dan Hub Perbaungan saat ini sudah berpisah gudang, pelaku memanfaatkan relasi lamanya untuk mengelabui para kurir di kedua wilayah tersebut.

“Saya ke sini membuat laporan mewakili kawan-kawan. Untuk di Hub Pegajahan saja ada sekitar 30 orang kurir yang terdampak dan menjadi korban,” tambah Rahmad.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat untuk menangkap pelaku yang telah merugikan mata pencaharian mereka.[KM-04]