Berikan Penghargaan Untuk Jurnalis, Polisi Dinilai Hanya Pencitraan

MEDAN, KabarMedan.com | Kapolda Sumut Irjen Pol Ngadino, memberikan apresiasi dan tali asih kepada enam wartawan yang rutin melakukan peliputan di wilayah Polda Sumut dan jajarannya, Senin (28/12/2015).

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kinerja dan kerjasama dengan wartawan unit Poldasu.

Namun, hal itu terbanding terbalik dengan apa yang terjadi. Pasalnya, sehari setelah pemberian penghargaan, Polisi kembali melakukan penganiayaan terhadap Jurnalis.

Pada Selasa (29/12/2015) kontributor MNC TV Padang Lawas Utara, Abdulrahman Hasibuan, menjadi korban penganiayaan anggota Polisi dari Polres Tapsel.

Korban dianiaya saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa massa AMPUN di Pemkab Paluta. Tak hanya dianiaya, kamera korban untuk melakukan peliputan, juga dirampas dan sampai sekarang belum dikembalikan.

Baca Juga:  Laga Kambing Dua Motor di Sergai, Empat Orang Terluka

Kejadian ini menjadi perhatian oleh para Jurnalis di Kota Medan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di bundaran air mancur Jalan Sudirman, Rabu (30/12/2015).

Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes kepada Polisi yang melakukan penganiayaan terhadap rekan se-profesi mereka.

Salah seorang Jurnalis, Juni Ardi meminta, Kapolda Sumut untuk dapt menindak tegas bawahannya.

“Katanya wartawan mitra polisi. Masa mitra kok dianiaya juga. Polisi maupun Kapolda, jangan pandainya hanya pencitraan saja, dengan memberikan penghargaan kepada wartawan. Ini hanya kedok untuk memperbaiki citra polisi ditengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Laga Kambing Dua Motor di Sergai, Empat Orang Terluka

Dikatakan Juni, selama ini banyak kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh oknum polisi.

Namun, sayangnya, tidak ada tindakan nyata maupun sanksi yang dilakukan terhadap oknum Polisi yang melakukan penganiayaan terhadap jurnalis.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama, dan tidak boleh terulang lagi.
Kapolri juga harus memberikan wawasan kepada bawahannya terkait undang-undang pers,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan jurnalis lainnya Array. Ia mengatakan, aksi yang dilakukan oleh personil Sabhara Polres Tapsel merupakan intimidasi terhadap jurnalis dan harus diusut tuntas.

“Kalau Kapolda tidak memberikan sanksi, maka sebaiknya Kapolda yang dicopot,” pungkasnya. [KM-03]