BNN: Indonesia Pasar Narkoba Terbesar di ASEAN

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso

BATAM, KabarMedan.com | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso mengatakan, kedekatan Batam dengan negara penyuplai membuat Kota tersebut menjadi pasar terbesar narkoba kedua di Indonesia.

“Indonesia pangsa pasar terbesar narkoba di ASEAN. Untuk Batam nomor dua terbesar karena dekat negara penyuplai,” kata Budi Waseso, di Batam, Jumat (6/1/2017).

Saat ini, kata dia, pangsa pasar narkoba di Indonesia memang sangat besar sehingga ratusan kilo narkoba masuk ke Indonesia.

“Dalam dua bulan terakhir 2016 saja ada ratusan kilo yang berhasil diamankan BNN. Itu belum termasuk dari instansi lain seperti Polri,” ucapnya.

Baca Juga:  Resmi Dilantik, Pengurus GP Ansor Sergai 2025-2029 Berkomitmen Atasi Masalah Sosial dan Narkoba

Menurut Buwas, selama ini penyuplai narkoba terbesar bagi Indonesia adalah Malaysia dan Singapore, meskipun asal barang terlarang itu dari China.

“Barang itu dari China transit di Malaysia atau Singapore. Bandarnya disana (Malaysia dan Singapura=red). Dari situ dikirim ke Indonesia melalui Batam atau daerah lain,” katanya.

Kedekatan Batam dengan dua negara itu, juga menjadikan narkoba masuk dulu ke Batam sebelum dikirim ke daerah lain dan menyebar di Indonesia.

“Kerawanan Batam sangat luar biasa untuk suplai dan transaksi besar. Wilayahnya terdiri dari pulau-pulau dan banyak pelabuhan tidak resmi yang sulit diawasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Menurut jenderal bintang tiga itu, perlu banyak dibentuk satgas-satgas untuk mencegah masuk dan beredarnya narkoba di Indonesia.

“BNN tidak mungkin kerja sendiri. Jadi harus dibentuk satgas dengan anggota banyak lembaga untuk mengawasi,” tandasnya.

Menurutnya, BNN ingin agar masyarakat sadar dengan bahaya narkoba sehingga tidak tergiur untuk menggunakan barang terlarang tersebut.

“Yang paling penting yaitu mengupayakan agar tidak ada masyarakat menggunakan narkoba. Dengan begitu maka tidak akan ada penyalahgunaan narkoba lagi. Itu cita-cita BNN,” pungkasnya. [KM-01]