MEDAN, KabarMedan.com | Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban tewas akibat awan panas Gunung Sinabung hingga Minggu sore (22/5/2016) tercatat sebanyak tujuh orang.
Semua korban meninggal dunia merupakan warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Para korban tersapu awan panas letusan Gunung Sinabung saat berada di zona merah pada Sabtu (21/5/2016), sekitar pukul 16.48 WIB.
“Ketujuh korban meninggal dunia masing-masing Karman Milala (60), Irwansyah Sembiring (17), Nantin Br. Sitepu (54), Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (57). Sementara korban yang masih menjalani perawatan intensif masing-masing Cahaya Sembiring (75), dan Cahaya Br. Tarigan (45),” sebut Sutopo.
Lebih lanjut Sutopo mengungkapkan, korban Ersada Ginting (55) dan Brahim Sembiring (57), yang merupakan suami korban Cahaya Br. Tarigan menghembuskan nafas terakhir di RSUP H Adam Malik Sabtu (21/5/2016) malam, setelah dirujuk dari RS Evarina Etaham, Kabupaten Karo.
Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi Tenggara dari puncak Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah.
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, warga dilarang keras beraktivitas di Desa Gamber karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi. [KM-01]














