Bunuh Kader Partai Nasional Aceh, Terdakwa Dituntut 13 Tahun dan 9 Tahun Bui

KABAR MEDAN | Pelaku pembunuhan kader Partai Nasional Aceh (PNA), Faisal, memasuki tahap penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (15/1/2014).

Kelima terdakwa yang dituntut dengan hukuman masing-masing 13 tahun penjara yaitu Barmawi alias Teungku Bar bin TM Saleh (44), Husaini bin Ali Yusuf (32), Alhadi Juriawan (27), Nasir Ariska bin Abd Rahman (35), dan  Muhammad Yahya bin M Amin (40).

Barmawi merupakan pemimpin Dayah Al Mujahadah, Gampong Ujung Karang, Sawang, Aceh Selatan. Sementara Nasir Yahya, Husaini dan Alhadi merupakan muridnya.

Selain kelimanya, empat murid Barmawi dituntut dengan hukuman 9 tahun penjara. Keempatnya yaitu Ali Kasri bin Arsyad (34), Nasrullah bin Rahimuddin (35), Usman bin Yunus (29), dan Ibnu Sina bin Usman (22).

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Mulya Putra, SH, dari Kejari Tapak Tuan. Dia menyatakan, kesembilan terdakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 jo 56 KUHP.

“Meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana,” kata Eka di hadapan majelis hakim yang diketuai M Aksir, SH.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim menunda sidang. Persidangan dijadwalkan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda penyampaian pledoi atau pembelaan.

Dakwaan pembunuhan ini merupakan satu dari 4 perkara yang membelit Barmawi dkk. Tiga perkara lainnya yaitu perampokan Bank BRI, dan penembakan kantor PNA.

Barmawi bersama lima pengikutnya dan seorang terdakwa lain juga sudah menjalani sidang tuntutan untuk perkara kepemilikan senjata api dan perampokan Bank BRI Unit Meukek, Aceh Selatan. Sidang tuntutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (18/12/2014).

Ketujuh terdakwa yang sudah diadili itu masing-masing Barmawi alias Teungku Bar bin TM Saleh (44), Husaini bin Ali Yusuf (32), Alhadi Juriawan (27), serta Ali Kasri bin Arsyad (34), Nasrullah bin Rahimuddin (35), Muhammad Yahya bin M Amin (40), dan kerabat Husaini yang bernama Rikki bin Mustaqin (34).

Baca Juga:  Dua Pencuri Motor di Sergai Ditangkap, Polisi Buru Pelaku Ketiga

Dalam perkara perampokan Bank BRI, Barmawi, Alhadi dan Husaini dituntut dengan hukuman masing-masing 8 tahun penjara. Sementara Ali Kasri dan Nasrullah dituntut masing-masing 7 tahun penjara.

Sementara untuk perkara kepemilikan senjata api dan bahan peledak, Muhammad Yahya dan Ali Kasri masing-masing dituntut dengan hukuman 4 tahun penjara. Lalu, Nasrullah dituntut 5 tahun penjara, sedangkan Husaini dituntut dengan hukuman 6 tahun penjara.

Belakangan, seorang terdakwa lainnya yang merupakan ipar Husaini, bernama Rikki bin Mustaqin, dituntut 2 tahun penjara atas perkara kepemilikan senjata api. Dia didakwa menyimpan senjata api yang dititipkan Husaini seusai melakukan perampok.

Dalam pembelaannya Barmawi menyatakan tidak bersalah. Dia membantah telah menyuruh murid-muridnya melakukan perampokan, pembunuhan, dan perusakan.  Kata dia, BAP dibuat dalam tekanan dan siksaan.

Sementara Rikki juga menyatakan dia tidak bersalah. Alasannya, dia sama sekali tidak merasa khawatir menyimpan senjata itu karena Husaini merupakan personel kepolisian. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.