Disambar Api Dari Parit, Warung Duku Terbakar

KABARMEDAN – Sebuah warung buah duku di Pinggiran Jalan Gajah Mada, Kecamatan Medan Petisah,l ludes terbakar, Rabu (4/2/2015) malam.

Kebakaran tersebut dipicu sambaran api dari dalam parit yang berada di samping warung, setelah salah seorang pengguna jalan melemparkan puntung rokok.

Dimana, parit itu mengeluarkan api itu dipenuhi solar bekas. Diduga solar tersebut merupakan limbah dari perusahaan perkebunan dan pengolahan produk turunan kelapa sawit, PT Permata Hijau Group (PHG), yang berada tepat di sebelah warung tersebut.

“Setelah api padam kami tadi sempat coba melihat apa yang ada di parit itu sampai bisa terbakar. Kami pun sempat mengambil sampel air dari parit itu dengan botol minuman dan membakarnya dengan kertas. Ternyata, api yang dihasilnya melalap habis botol minuman ringan yang dibuang mengambil minyak. Saat kami telusuri solar itu berasal dari buangan limbah PHG,” ujar Marihot Sitinjak pemilik warung buah tersebut.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Saat api menyambar warungnya, ia tengah menjajakan dagangannya kepada calon pembeli. Tiba-tiba keluar api saat seorang pengguna jalan melemparkan puntung rokok ke dalam parit.

“Memang sempat saya lihat tadi ada yang buang puntung rokok ke situ (parit). Dan tiba-tiba ada suara letupan, dan langsung ke luar api. Apinya besar sekali dan langsung menyambar ke warung saya. Saya enggak bisa apa-apa karena takut ada ledakan,” ujarnya.

Peristiwa kebakaran itu cukup menghebohkan warga sekitar. Bahkan Jalan Gajah Mada yang terbilang cukup lebar sempat macet total akibat banyaknya warga yang berkerumun.

Petugas Polsek Medan Baru yang mendapatkan informasi  tersebut, langsung turun ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Kanit Idik 2 Polsek Medan Baru, Ipda Yoga belum mau berkomentar terkait peristiwa tersebut. “Nanti dulu ya, kami masih lidik. Kami masih meminta keterangan dari para saksi,” katanya.

Sementara itu,  pihak PT PHG belum bisa dikonfirmasi atas peristiwa tersebut. Dua orang petugas keamanan kantor PHG, Doddy dan Charles yang juga sempat ikut membantu memadamkan api dengan hydrant milik perusahaan, beralasan pihak PHG tak bisa dikonfirmasi karena tak ada orang di kantor.

“Semua karyawan sudah pulang. Besok saja datang lagi. Kalau kami enggak bisa berbuat apa-apa. Mana boleh kami berkomentar. Kami cuma petugas keamanan,” pungkasnya. (KM-03)

 

 

 

 

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.