Dua Orang Diamankan, PT KAI Gusur Permukiman Jalan Timah

KABAR MEDAN | Meski sempat mendapat perlawanan dari warga, PT KAI akhirnya berhasil menggusur rumah warga di sekitar Jalan Timah Medan, Selasa (25/11/2014).

Bangunan di sana dapat diratakan setelah dua warga diamankan polisi.Sebelumnya, aparat gabungan dari Polsuska, pegawai PT KAI, TNI, polisi, dan ormas pemuda gagal menggusur lahan milik BUMN itu.

Mereka sempat bentrok dengan warga yang menghalangi masuknya alat berat.Ketika itu petugas hanya bisa menghancurkan bangunan secara manual dengan palu besar. Itu pun hanya bangunan yang sudah diganti rugi Rp 1,5 juta.

Tim gabungan itu diperkuat truk water canon dan pasukan antihuru hara. Personel Brimob Polda Sumut juga disiagakan di sana.

Baca Juga:  Upaya Mitigasi dan Penyelidikan Dilakukan Pasca Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara

Warga sempat melakukan perlawanan dengan membakar ban bekas untuk menghentikan gerak truk water canon yang diikuti eskavator. Mereka juga saling lempar batu dengan petugas.Namun, warga mundur saat disiram air dari truk water canon.

Mereka akhirnya kocar-kacir setelah dua orang rekannya diamankan petugas. Api yang membakar pun berhasil dipadamkan.

Pasukan antihuru-hara kemudian maju ke depan membersihkan jalan untuk eskavator masuk.

Selanjutnya, alat berat itu pun merobohkan satu per satu bangunan.Sementara warga tidak lagi melakukan perlawanan. Mereka pun diberi kesempatan menyelamatkan barang berharga. Bahkan ada yang membongkar sendiri bangunannya.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Humas PT KAI Divre I Medan Jaka Jarkasih mengatakan, hari ini mereka akan membersihkan lahan dengan panjang sekitar 300 meter.

“Penggusuran itu merupakan bagian dari upaya pembangunan jalur ganda¬† rel kereta api dari Stasiun Besar Medan menuju Bandara Kualanamu. Selain di Jalan Timah masih ada sejumlah lokasi lain yang¬† akan dibersihkan PT KAI,” ungkapnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.