Fungsi Edukasi Media Massa Tak Lagi Sesuai Dengan Kaidah Etika

MEDAN, KabarMedan.com | Fungsi edukasi media massa saat ini dinilai semakin rendah dan tidak sesuai dengan kaidah etika. Buktinya, berita-berita tentang pembunuhan sudah tidak menggegerkan lagi, dan dianggap biasa bagi masyarakat.

“Berdasarkan persentase, ada sekitar 80% isi berbagai tayangan sudah menyimpang dari ketentuan media sebagai fungsi penyiaran,” katanya Peneliti Media Iskandar Zulkarnain dalam focus group discussion (FGD) tentang Revitalisasi Fungsi Edukatif Media Massa Dalam Pembentukan Karakter Bangsa di Medan, Rabu (24/8/2016).

Ia mengaku bahwa fungsi media massa terhadap pembentukan karakter bangsa sangat besar. Hal itu telah dibuktikan pada negara-negara maju. Bahkan negara Singapura yang perekonomiannya hanya mengandalkan fee impor, dpaat tumbuh dengan baik karena karakter masyarakatnya sudah terbentuk.

Baca Juga:  KPPU Dorong Kerjasama BRICS Hadapi Tantangan Global Pasar Pangan & Energi

“Kualitas sumber daya manusia sudah bagus, karena mereka memiliki etika dalam pembentukan untuk pengembangan ekonomi lebih mudah,” ujar Dosen Universitas Sumatera Indonesia (USU).

Untuk mengubah hal itu, dibutuhkan tiga pihak yaitu pemilik media massa, idealisme dan pekerja itu sendiri secara seimbang. “Pada UU No 21 tahun 1982 sebelum diubah menjadi UU No 40 tahun 1999 tentang pers disebutkan, bahwa pekerja harus memiliki 20% dari total saham perusahaan. Tujuannya agar tidak ada penekanan terhadap satu pihak yang sekarang ini sering terjadi pada pekerja, sehingga sulit memunculkan idealisme itu sendiri,” jelasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Herman menjelaskan, selain hiburan bagian penting dari media adalah edukasi. Untuk itu dibutuhkan kesepakatan antara pemilik dan pekerja agar tercipta konsep yang baik.

Baca Juga:  KPPU Dorong Kerjasama BRICS Hadapi Tantangan Global Pasar Pangan & Energi

“Yang terjadi saat ini adalah ketika pekerja menjunjung tinggi idelisme, namun pemilik berpikir ke arah bisnis. Ini tidak sejalan dan akhirnya fungsi media khususnya bagi bagian edukasi akan sulit tercapai,” ujarnya.

Perlu kesadaran semua pihak untuk meningkatkan pengetahuan tentang media massa. Karena jika tidak, berarti pilar satu bangsa telah hancur. “Sebagai satu sistem yang besar, media massa berfungsi sebagai soko guru bangsa yang menjadi pilar satu bangsa jadi harus berubah ke arah sebenarnya. Butuh kerjasama semua pihak,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.