GAN Indonesia Audiensi Ke Wagubsu

MEDAN, KabarMedan.com | Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi narkoba karena secara nyata meruntuhkan sendi masyarakat terutama kreativitas generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi saat menerima audiensi Pengurus Gerakan Anti Narkoba (GAN) Indonesia di ruang kerjanya kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro, Selasa (11/2/2015).

Hadir dalam audiensi Sekjen GAN Indonesia Drs Zulkarnain Nasution MA, Ketua Dewan Penyantun GAN Indonesia HM Kamaluddin Lubis SH dan sejumlah pengurus lainnya. Sementara Wagub Sumut didampingi Asisten Kesejahteraan Sosial Sekretaris Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumut  H Zulkarnain SH MSi beserta beberapa pejabat Eselon III dinas terkait.

Dalam kesempatan itu, Erry menegaskan, ancaman narkoba di Sumut saat ini sangat serius. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), dari 20 orang, 1 diantaranya terindikasi menggunakan narkoba.

“Kondisi ini sangat kritis. Kita tidak lagi menganggap ancaman narkoba masuk katagori kenakalan remaja, tetapi jauh lebih serius dari itu. Sudah pada tahap ancaman yang terindikasi dilakukan untuk meruntuhkan sendi-sendi masyarakat,” ujar Erry.

Narkoba, sebut Erry, memicu tingginya tingkat kriminalitas dan kejahatan. Pengguna narkoba kini menghalalkan segala cara untuk mendapatkan narkoba karena sebagian dari mereka telah tahap ketergantungan.

“Ada yang nekat merampok, mencuri bahkan menghilangkan nyaw orang lain. Ini akibat para pengguna telah ketergantungan dengan zat adiktif yang terkandung dalam berbagai jenis narkoba,” sebut Erry.

Erry menghimbau, seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan agar generasi muda tidak diracuni narkoba.

“Pihak penegak hukum saat ini terus gencar memerangi narkoba. Orangtua juga harus mendukung program pemberatntas narkoba itu dengan melakukan pengawasan ketat terhadap keluarganya. Jangan sampai anak-anak terjerumus menggunakan narkoba, jenis apapun itu,” harap Erry.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Perang terhadap narkoba, lanjut Erry, dalam memerangi narkoba dapat dilakukan dengan pola memperketat pencegahan.

“Pencegahan lebih efektif dari penanggunalangan. Generasi muda sedapatnya diupayakan tidak menggunakan narkoba,” tegas Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga menyatakan apresiasinya kepada GAN Indinesia Sumut yang tetap eksis pada masalah Narkoba.

“Eksistensi GAN layak mendapat apresiasi. Pemerintah Provinsi sangat mendukung program pemberantasan narkoba yang dilakukan GAN,” ujar Erry.

Sementara Sekjen  GAN Indonesia Drs Zulkarnain Nasution MA mengatakan, pihaknya akan menggelar berbagai kegiatan pencegahan dan penanggulangan narkoba dalam rangkaian Hari Ulang Tahun GAN ke 15 sekaligus HUT ke 14 Pusat Informasi Masyarakat Anti Narkoba Sumut (PIMANSU) yang akan berlangsung di Pusat Rehabilitasi Sibolangit Centre, Jl. Medan-Berastagi Km 45, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang pada 15 Februari 2015 mendatang.

“Kami berharap Pak Wagub datang untuk memberika  motivasi kepada warga rehabilitasi agar tidak lagi menggunakan narkoba. Karena kegiatan ulang tahun GAN nantinya juga merupakan kampanye perang terhadap narkoba di Sumut,” harap Zulkarnain.

Zulkarnain yang juga selaku Direktur Eksekutif PIMANSU ini juga menjelaskan, GAN Indonesia sendiri merupakan lembaga yang khusus menangani sejumlah persoalan narkoba. Berdiri pada 19 Pebruari 1999 dan mendeklarasikan diri pada 12 Pebruari 2000 lalu.

Bidang kerja GAN Indonesia meliputi tiga bidang yakni pencegahan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan, penyelamatan dan pendampingan (advokasi).

Bidang penyelamatan ditujukan bagi generasi muda yang belum terjerumus menggunakan narkoba.

Sedang bidang penyelamatan pencandu dan korban penyalahgunaan narkoba dilakukan dengan membangun Pusat Rehabilitasi di Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang yang disebut dengan Sibolangit Centre Rehabilitation For Drug Addict yang beroperasi tanggal 5 Februari 2001 dengan menggunakan metode Therapeutic Community (TC). Penyelatan menggunakan terapi-terapi kearifan lokal seperti sauna, minum jamu dan kegiatan spritual keagamaan.

Sementara bidang advokasi dan pendampingan yaitu melakukan advokasi di masyarakat dan juga di pemerintahan yang juga berkaitan dengan masalah narkoba dan juga melakukan pendampingan bagi korban penyalahgunaan narkoba dan keluarganya khusus mereka yang berhadapan dengan masalah hukum.

Baca Juga:  33 Tersangka Diamankan Selama Operasi Antik Toba di Sergai Bersama Sabu 46,82 Gram dan Ganja 2,6 Kg Lebih

“Dalam bidang pencegahan ini, GAN Indonesia bekerjasama dengan Pemprov Sumut dengan membentuk PIMANSU. Mohon dukungan agar program kegiatan GAN Indonesia dapat berjalan lebih baik lagi,” sebut Zulkarnain.

Ketua Dewan Penyantun GAN Indonesia H.M. Kamaluddin Lubis SH mengatakan, generasi muda harus jeli dan berhat-hati dalam pergaulan. Jangan terpedaya dengan sikap baik yang membonceng kepentingan dibelakangnya.

“Bandar narkoba dalam menjerat calon pelanggan biasanya bersikap sangat baik. Tidak jarang awalnya memberikan narkoba secara gratis atau bahkan membantu dalam bidang keungan. Tetapi di balik itu, Bandar narkoba menjerat calon korbannya agar mengalami ketergantungan,” ujar Kamaluddin.

Kamaluddin juga menegaskan, generasi muda jangan diam jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan dilingkungan masyarakat yang terindikasi melakukan jual beli narkoba.

“Jangan takut untuk memberikan informasi kegiatan narkoba. Laporkan kepada pihak berwajib atau lembaga yang eksis dengan upaya pemberantasan narkoba. Masyarakat harus berperan aktif dalam membatasi ruang gerak peredaran narkoba,” pesan Kamaluddin. [KM-01]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.