Gempur Unjukrasa Terkait Kecurangan Pilpres 2014

KABAR MEDAN |  Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemilu Jujur (Gempur) Sumut mengadakan unjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Kamis (14/8/20 14) sore. Aksi unjukrasa yang dilakukan ini ini terkait adanya kecurangan dan ketidakberesan KPU dalam menyelenggarakan Pilpres 2014

Koordinator aksi, Taufan dalam orasinya mengatakan, KPU RI telah mengumunkan presiden terpilih pada 22 Juli 2014 lalu. Namun, hal ini bukan berarti membuat Pilpres itu telah usai, karena sejumlah kejanggalan dan kecurangan telah menodai pesta Demokrasi ini. ” Banyak penggelembungan suara yang terjadi, daftar pemilih tetap yang lebih dari 100%. Rekomendasi Bawaslu yang tidak diindahkan KPU. Belum lagi kab/kota yang belum melakukan pencoblosan, serta pembukaan kotak suara oleh KPU pasca pengajuan permohonan MK,” jelasnya.

Baca Juga:  Perpres Tentang Publisher Rights Segera Disahkan

Dikatakannya, cukup sudah berbagai fakta yang terungkap dilapangan yang menyatakan secara jelas kebobrokan Pilpres yang terjadi. ” Ini bukan tentang pilihan masyarakat melakukan politik praktis, namun ini murni untuk memastikan negara Indonesia negara yang damai dan adil. Ini merupakan keinginan agar Indon esia menjadi negara yang bersih dari kecurangan, negara yang mampu menegakkan hukum. Hal ini semata mata untuk menyelamatkan negara yang kita cintai dan membuat negara ini bangkit,” katanya.

Baca Juga:  AJI dan LBH Pers Minta Pelaksanaan Perpres Publishers Rights untuk Jurnalisme Berkualitas dan Kesejahteraan Jurnalis

Dalam pernyataan sikapnya, massa mendukung penuh Mahkamah Konstitusi untuk mengungkap semua kejahatan Pilpres 2014. “Kita mendukung penuh dewan kehormatan penyelenggara pemilu untuk ungkap semua kesalahan prosedur Pilpres 2014,” jelasnya.

Massa juga mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum dan saksi untuk menyampaikan kesaksian dengan sejujur jujurnya.”Adili setiap element yang ikut terlibat dalam kejahatan Pilpres 2014,” katanya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.