MEDAN, KabarMedan.com | Sejumlah pelaku UKM di Sumut menerima penghargaan Sidha Karya Provinsi Sumut dari Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, yang memberikan langsung penghargaan tersebut kepada para pemenang, di Hotel Grand Kanaya, Medan, Kamis (6/10/2016).
Sebanyak empat pelaku UKM dari Kota Medan terpilih menerima penghargaan Sidha Karya tersebut, mengalahkan 30 pelaku UKM lainnya dari Sumut yang masuk ke dalam nominasi penghargaan Sidha Karya tersebut. Dalam sambutannya Gubsu menyampaikan, persaingan di bisnis UKM bukanlah halangan bagi pelaku UKM, melainkan menjadi tantangan untuk memenangkan persaingan itu.
“Bisnis tanpa persaingan akan membuat kita tidak mau berkreasi dan membuat kita terlena. Makanya, jadikan persaingan ini sebagai tantangan untuk kita selalu berfikir untuk berkarya, menciptakan produk baru dan meningkatkan produktifitas,” kata Erry.
Di dalam acara itu, sebanyak 6 pelaku UKM yang terdiri dari usaha kecil dan menengah menerima penghargaan Sidha Karya diantaranya 3 pelaku UKM kategori usah kecil seperti Jumbo Jaya dengan produk ikan saleh dari Serdang Bedagai, UD Hesty dengan produk konveksi dari Kota Medan, dan Ima Brownies dengan produk brownies dari Kota Medan.
Sedangkan pelaku UKM kategori dari usaha menengah yang menerima penghargaan itu diantaranya Pertenunan Ulos Sianipar dengan produk ulos dari Kota Medan, PT Ocean Centra Furnindo dengan produk springbed dari Kota Binjai dan Naswa Bakri dengan produk roti dari Kota Medan.
“Aspek penilaiannya dari segi kepemimpinan perusahaan, perencanaan yang strategis, SDM, tingkat pelanggan dan pasar, manajemen dan analisis serta hasil usaha,” jelasnya.
Direktur Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hestiadi Hariyani mengungkapkan, penghargaan Sidha Karya merupakan program dari Kementrans yang baru dimulai di tahun 2016. Tujuannya untuk memacu kreatifitas dan produktivitas para pelaku UKM.
“Melalui penghargaan Sidha Karya ini, kita juga mendorong kepada Pemerintah daerah untuk berperan memberikan dorongan kepada pelaku UKM baik kecil dan menengah agar selalu berkreasi menciptakan karya baru dan meningkatkan produktifitasnya,” paparnya.
Hestiadi menambahkan, produktifitas pelaku UKM harus menjadi gerakan nasional agar dapat dapat meningkatkan daya saing, sehingga pelaku UKM di Indonesia dapat menjadi penguasa di negerinya sendiri.
“Sebagai gerakan nasional, peningkatan produktifitas harus efektif dan efesien. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menjadi penguasa di negeri sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Walikota Medan, Dzulmi Eldin mengungkapkan, dengan diterimanya penghargaan tersebut akan lebih mendorong para pelaku UKM di Kota Medan untuk lebih berkreasi dan meningkatkan produktifitasnya.
“Untuk meningkatkan produktifitas itu, para pelaku UKM harus mampu mengetahui produk apa yang digemari oleh masyarakat,” sebutnya.
Eldin menambahkan, dengan bertambahnya produktifitas pelaku UKM tersebut, maka akan turut meningkatkan ekonomi kerakyatan dari pelaku UKM itu. Untuk itu, Pemko Medan akan terus mendorong para pelaku UKM tersebut untuk mempertahankan penghargaan Sidha Karya ini hingga ke tingkat nasional.
“Insya Allah akan kita pertahankan sampai tingkat nasional. Kita akan terus membina pelaku UKM ini agar bisa mempertahankan dan meningkatkan produktifitasnya,” pungkasnya. [KM-01]














