IHSG dan Rupiah Masih Dalam Tren Positif Meski Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19

MEDAN, KabarMedan.com | Perdagangan hari ini, IHSG masih dalam tren naik yang ditutup 0,66 persen di level 6.834,60. Sementara mata uang Rupiah diperdagangkan menguat di level 14.388 per US Dollar.

Pasar keuangan dinilai masih dalam tren hijau di pekan ini. Kebijakan pemerintah yang menaikkan level PPKM di sejumlah wilayah tidak berdampak pada kinerja pasar keuangan domestik.

Hal ini diungkapkan Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, pelaku pasar masih optimis terkait dengan kemampuan Bank Indonesia dalam menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS dalam waktu dekat.

Sejauh ini, pelaku pasar sangat yakin kalau BI akan melakukan langkah antisipatif terkait dengan kebijakan moneter ketat yang akan diambil.

Hal ini yang membuat pasar keuangan masih dalam tren positif sejauh ini.

Sementara itu, Gunawan menambahkan, tambahan kasus Covid-19 yang meningkat tajam tidak begitu berdampak buruk bagi kinerja pasar keuangan nasional.

Bahkan, hal yang dikhawatirkan sebelumnya terkait kebijakan level PPKM yang dinaikkan juga tidak memperburuk kinerja pasar keuangan.

“Apa yang kita takutkan sebelumnya belum membuat pelaku pasar melakukan aksi jual. Semuanya masih terkendali,” katanya.

Gunawan menerangkan, ditambah lagi minimnya data ekonomi dari luar yang juga tidak memberikan tekanan pada kinerja indeks bursa regional.

“Semua masih terlihat terkendali, namun waspadai perdagangan di akhir pekan. Bank Sentral AS bisa saja secara tiba-tiba mengambil langkah kejutan yang bisa merubah ekspektasi pasar. Karena di akhir pekan ini ada data inflasi yang siap memberikan kejutan,” terangnya.

Gunawan menyebutkan apabila semua kajian data dari AS masih dalam ekspektasi sebelumnya, maka pasar keuangan masih berpeluang membukukan kinerja yang positif.

Sehingga, yang menjadi fokus perhatian selanjutnya adalah perkembangan geo politik di Rusia dan Ukraina.

Jika secara tiba-tiba ternyata Rusia melakukan invasinya ke Ukraina, bukan tidak mungkin pasar keuangan kita akan berjatuhan. [KM-07]