MEDAN, KabarMedan.com | Seorang kader anggota organisasi kepemudaan (OKP) tewas dianiaya di Jalan Cemara, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan pada Sabtu (2/2/2019) petang. Korban tewas dalam posisi terkapar mengenakan baju seragam Ikatan Pemuda Karya (IPK).
Korban bernama Jamin Saragih diketahui merupakan kader OKP Kecamatan Labuhan Deli. Sebelum tewas, korban diketahui baru selesai mengikuti pelantikan PAC IPK Kecamatan Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan.
Usia menghadiri pelantikan korban pulang menggunakan sepeda motor menuju Jalan Cemara, tujuan Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli. Saat di Jalan H Anif, korban dihadang sejumlah orang tak dikenal. Ia lalu dikeroyok hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba, mengimbau kepada seluruh kadernya agar menahan diri, sepanjang pihak kepolisian bekerja maksimal. Thomas juga telah menginstruksikan seluruh kader IPK untuk melakukan pengawalan atas kasus tewasnya seorang kader mereka itu.
“IPK telah membuat satu sikap, seluruh kader IPK kita instruksikan tetap mengawal,” kata Thomas di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal Medan, Senin (4/2/2019).
Thomas mengaku, IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan tewasnya kader mereka. “Kita sama-sama menginginkan kota Medan kondusif. Semua pelaku harus ditangkap, agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya.
Thomas mengatakan, aksi pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan.
“Ini merupakan kejadian yang tidak sportif. Seharusnya korban yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang, sungguh tidak punya prikemanusiaan,” ungkapnya.
Thomas mengaku, bahwa peristiwa ini bukanlah bentrok melainkan penghadangan, penculikan dan pengeroyokan yang dilakukan puluhan orang terhadap kader IPK tersebut.
“Ini bukan bentrok, kader dicegah puluhan orang, dan diduga sudah perencanaan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan,” cetusnya.
Dalam peristiwa ini, kata Thomas, selain kadernya tewas juga menyebabkan satu kader lainnya mengalami luka luka.
“Mereka dipersenjatai soft gun,ini telah direncanakan. Kita meminta polisi menindak tegas dan menangkap pelakunya,” pungkasnya. [KM-03]














