Kadin Indonesia Ajukan Perizinan “Virtual Office” Ke Menteri Perdagangan

Ilustrasi

JAKARTA, KabarMedan.com | Munculnya banyak bisnis start-up seperti teknologi aplikasi dan para UMKM yang sejatinya harus didukung Pemerintah melalui regulasi yang memihak pada pengusaha pemula. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM, Koperasi, dan Indsutri Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, industri kreatif sangat dibutuhkan dukungan Pemerintah.

“Kehadiran aplikasi dan perkembangan startup seperti GoJek, GrabBike, dan jasa seperti Virtual Office jangan dihambat karena hanya regulasi, kita harus mengejar ketertinggalan dari luar negeri, jadi peraturan yang dibuat juga harus kondusif,” tegasnya, Sabtu (30/1/2016).

Sandiaga Uno menyatakan telah menyampaikan keinginan dari pengusaha pemula itu kepada Pemerintah pusat.

“Saya sudah sampaikan hal ini beberapa waktu lalu ke Menteri Perdangangan dan Kantor Wakil Presiden, suasana yang kondusif harus kita ciptakan untuk pengusaha pemula,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Pusat Bidang Ekonomi Kreatif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Yaser Palito mengatakan, kehadiran teknologi dan ekonomi kreatif di Indonesia jangan diberatkan dengan masalah regulasi, karena ini sama halnya menutup keran pelaku usaha tersebut.

“Negara lain diperbolehkan dan banyak pengusaha start-up yang sukses awalnya juga melakukan kegiatan bisnisnya di Virtual Office. Di era serba teknologi sekarang ini semuanya menuntut kecepatan, kepraktisan, dan efisien. Jadi keberadaan jasa Virtual Office ini memang harus kita sambut dan dukung untuk selamatkan ekonomi kreatif di Indonesia,” demikian Yaser. [KM-01]