Kapolda Sumut: Area Publik yang Beradab Harus Terwujud

MEDAN, KabarMedan.com | MEDAN – Kapolda Sumatera Utara (Sumut) baru dilantik, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, mengajak semua pihak untuk bersama-sama bersinergi membangun peradaban dengan lebih meningkatkan kemajuan yang saat ini telah tercapai.

Irjen Pol Agung Setya mengatakan, sebagai provinsi terbesar di Pulau Sumatera, upaya mewujudkan Sumut yang beradab dilakukan dengan menjunjung prinsip-prinsip persamaan di depan hukum, kepatuhan terhadap norma-norma hukum tersebut, menjadi hal utama dilakukan.

“Saya memperkenalkan diri sebagai Kapolda, hormat saya kepada semua warga Sumut, mengajak bersama-sama masyarakat, Pemda, alim ulama, cerdik pandai, orang-orang pemberani yang patriotik, untuk menjaga kehidupan sekarang dan akan datang agar lebih baik dengan memperkokoh pondasi peradaban,” ungkap Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Jumat (14/7/2023), usai dilantik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jumat (14/7/2023), di Mabes Polri.

Baca Juga:  Darma Wijaya Tinjau dan Santuni Korban Kebakaran di Tanjung Beringin: Hati-hati Bahaya Korsleting Listrik

Mantan Kapolda Riau ini menjelaskan, prinsip-prinsip persamaan dan kepatuhan terhadap norma budaya serta norma hukum tak bisa terwujud tanpa keterlibatan semua pihak.

“Kita ingin bersama-sama wujudkan peradaban tersebut dengan mengedepankan akidah, keimanan dan kebangsaan di Provinsi Sumut kita cintai ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Darma Wijaya Tinjau dan Santuni Korban Kebakaran di Tanjung Beringin: Hati-hati Bahaya Korsleting Listrik

Selain itu, mantan Asisten Operasi (Asops) Kapolri ini juga menekankan sudah seharusnya area-area publik harus dijaga sehingga ketertiban, keamanan dan kenyaman warga dapat tercipta.

“Area publik yang beradab, tidak ada lagi gangguan keamanan dan ketertiban, harus diwujudkan. Sehingga dapat kita rasakan indahnya ekspresi masyarakat dan budaya di area publik tersebut mewarnai Sumut,” ungkapnya. [KM-07]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.