Sambil membantu sisi bisnis koperasi, Swisscontact juga memperluas ruang lingkup inklusi gender dalam kegiatan di koperasi. Sejauh ini, 10% dari anggota koperasi adalah petani perempuan.
Saidah (46) dari Ulim Desa di Pidie Jaya menyatakan bahwa dia telah belajar banyak tentang koperasi dan keterampilan organisasi sejak dia bergabung Koka Jaya pada 2013.
“Kami dilatih untuk mengetahui hak-hak kami, untuk mengetahui bagaimana menjalankan koperasi yang efisien, untuk menjaga kemandirian dan independen dari tekanan eksternal. Kami juga mendapat bagian keuntungan dan kami senang memiliki pengurus koperasi yang handal untuk membantu menjalankan organisasi,” ujarnya.
Akuntabilitas dan keandalan dari pengurus koperasi tercermin dalam struktur manajemen yang stabil untuk kepengurusan 2016.
Ketua terpilih sejak berdirinya koperasi, Muhammad Ali, mengatakan bahwa keberhasilan Koka Jaya adalah hasil dari kerja keras dan kontribusi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, Swisscontact, mitra sektor swasta dan khususnya anggota aktif. Koperasi memiliki daftar ember untuk memenuhi untuk 2016 resolusi tersebut.
Mereka berencana untuk menambah anggota, memperluas unit bisnis dalam penyediaan agri-masukan untuk memenuhi permintaan petani, dan yang paling penting, mendorong petani untuk menghasilkan biji lebih disertifikasi untuk memenuhi target Rp500 juta premi. Secara keseluruhan, koperasi akan mempromosikan bisnis untuk meningkatkan kehidupan anggotanya.
Sebagai penutup, Kepala Bidang Koperasi Pidie Jaya, Safwan M. Gade menegaskan, bahwa Koka Jaya ditunjuk menjadi koordinator koperasi dalam memproses perizinan usaha petani di Pidie Jaya. Prestasi ini telah menambahkan keberhasilan yang dicapai oleh koperasi pada Maret 2016. [KM-01]
Halaman Sebelumnya













