Mahasiswa Kecam Tindakan Represif Polisi

MEDAN, KabarMedan.com | Puluhan mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar unjuk rasa di depan Pintu 1, Kampus USU, Kamis (27/9/2018) sore. Dalam aksinya para mahasiswa yang menggunakan almamater kampus ini membakar ban bekas.

Mereka menuntut pertanggungjawaban atas tindakan represif oknum polisi terhadap rekan mereka, saat menggelar unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, pada Kamis 20 September lalu.

Baca Juga:  Positif Gunakan Narkotika, 27 Orang Pengunjung Hiburan Malam di Sergai Diamankan

“Kita minta Kapolrestabes Medan bertanggung jawab atas tindakan represif yang dilakukan oknum polisi, terhadap rekan-rekan kami saat aksi di depan gedung DPRD Sumatera Utara,” kata Koordinator Aksi, M.Iqbal Harefa.

Ia mengaku, saat ini ada delapan mahasiswa yang menjadi korban akibat kekerasan oknum aparat. Mereka adalah Wira Putra (Presiden Mahasiswa USU), Surya Darma (Fakultas Pertanian USU), Fitra Lutfi Azmi (Fakultas Teknik USU).

Baca Juga:  Polres Sergai Amankan 58 Orang Selama Operasi Antik 2026

Selanjutnya, Fadhillah Zikroyati (Pengurus Pema USU), Nurul Fajar Syahbani (Pengurus Pema USU), Riza Syahputra (Fakultas FEB USU), dan Ari Cakra (Fakultas Teknik USU). “Kami kecewa dengan Kapolrestabes Medan,” ujarnya.

Mereka berencana melaporkan kasus kekerasan ini ke Polda Sumatera Utara. “Beberapa perwakilan kami didampingi kuasa hukum sedang di polda Sumatera Utara membuat laporan. Kami meminta Kapolda Sumut memproses laporan itu,” pungkasnya. [KM-03]