MEDAN, KabarMedan.com | Gabungan Ormas Islam menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (8/3/2019).
Dalam aksinya, mereka menuntut netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Polri dalam Pemilu 2019.
“Perangkat negara seharusnya menjadi wasit dalam pemilu. Ini akan menimbulkan kekisruhan jika mereka bagian dari tim pemenangan. Wasit yah wasit, jangan jadi pemain,” kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Indra Suheri.
Ia juga menyinggung tentang penangkapan salah satu Ormas Islam di Kota Tebing Tinggi saat Peringatan Harlah NU beberapa waktu lalu.
Dia berharap, polisi dapat profesional, dan jangan sampai penangkapan itu terkesan hanya menarget ormas-ormas tertentu saja.
“Karena suasana kondusifitas tergantung di pundak kepolisian. Yang seharusnya tidak diskriminatif,” jelasnya.
Aksi ini diterima anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy. Ia menyatakan akan menyampaikan seluruh tuntutan itu kepada instansi terkait.
“Akan kami surati Kemendagri, Gubernur, Mabes Polri, Bawaslu dan KPU soal tuntutan netralitas tersebut,” pungkasnya. [KM-03]














