
SIMEULUE, KabarMedan.com | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, meresmikan Base Transceiver Station (BTS) XL di Kota Sinabang, Pulau Simeulue, Aceh, Sabtu (3/10/2015).
Peresmian BTS broadband XL itu turut dihadiri oleh Komandan Pangkalan TNI AL Simeulue, Letkol Elfanda, Ketua DPRK Kabupaten Simeulue, Dandim Simeulue, Kapolres Simeulue, dan sejumlah tokoh masyarakat.
BTS yang berlokasi di Mako Pangkalan Utama TNI AL (Lanal) Simeulue ini, dibangun untuk menunjang kelancaran konektivitas broadband jaringan 3G XL di Pulau Simeulue.
“Dalam rangka menjaga kesatuan NKRI dalam bidang telekomunikasi, Pemerintah mendorong operator untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Pulau Terluar, Terpencil, Terjauh, salah satunya di Pulau Simeulue ini,” kata Rudiantara.
Dia mengungkapkan, Pemerintah mencanangkan, semua ibukota Kabupaten/Kota di Indonesia harus sudah terhubung dengan jaringan broadband pada tahun 2018. Terlebih akan segera diimplementasikannya jaringan 4G di seluruh wilayah Indonesia.

“Tugas menjaga keutuhan NKRI bukan hanya tugas TNI saja, namun juga menjadi tanggung jawab para operator telekomunikasi karena belum semua daerah menikmati jasa telekomunikasi, apalagi jaringan broadband yang saat ini hanya mengcover 95% wilayah Republik Indonesia. Pemerintah akan mensubsidi operator telekomunikasi untuk menyediakan transmisi bagi pembangunan infrastruktur jaringan broadband,” tambah Rudiantara.
Sementara itu, Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, Dian Siswarini yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, XL berkomitmen untuk menyediakan jaringan broadband di seluruh wilayah Indonesia, terutama di pulau-pulau Terluar, Terpencil, dan Terjauh di Indonesia.
“Selama kurun waktu 19 tahun 54.000 BTS dan 30.000 KM Fiber Optic XL sudah menjangkau dari Sabang sampai Merauke untuk mendukung program Pemerintah menyediakan infrastruktur telekomunikasi terutama jaringan broadband di pulau-pulau terluar Indonesia,” terang Dian.
Dalam acara peresmian tersebut, XL juga memberikan bantuan unit Handy Talkie bagi Lanal Simeulue, Pengeras Suara untuk Masjid Hidayatulrahman, dan komputer untuk SMA 1 Simeulue.
Pada kesempatan tersebut, XL juga mempresentasikan usulan untuk suatu konsep layanan digital yang bisa dijajaki untuk diterapkan di pulau-pulau terluar Indonesia. Konsep yang dinamakan “Pantau Laut” tersebut berupa layanan terintegrasi berbasis layanan telekomunikasi dan data digital yang bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan kapal asing yang berada di wilayah perairan Indonesia.
Dengan demikian, konsep layanan digital ini bisa diterapkan oleh instansi terkait dalam bidang pertahanan keamanan, kelautan, dan perikanan. Di pulau yang berjarak sekira 150 KM dari lepas pantai Aceh Selatan tersebut, XL memiliki 3 BTS 3G & 2 BTS 2G. Koneksi untuk layanan di pulau itu dilakukan dengan menggunakan satelit. [KM-01]













