Nekat Merampok di Toilet SPBU Sunggal Buat Bayar Utang, Isak Babak Belur Dimassa

MEDAN, KabarMedan.com | Isak (30), warga Jalan Klambir V, Gang Rahmad, Desa Klambir V, Kecamatan Medan Helvetia babak belur dihajar massa.

Ia diamankan karena hendak merampok Acong alian Anto (35), warga Jalan Rahayu, Kecamatan  Medan Denai saat berada di dalam toilet SPBU 14.201.1121, Jalan Ringroad, Kelurahan Sunggal, Kecamatan  Medan Sunggal, Senin (16/2/2015) sore.

Akibat perbuatannya, pelaku harus berurusan dengan polisi dan mendekam dibalik jeruji besi tahanan Polsek Sunggal.

Informasi yang dihimpun, kejadian ini bermula saat korban yang merupakan pemilik panglong UD Binar usai mengambil uang dari ATM yang ada di SPBU itu.

Selanjutnya, korban pun pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Disitu, pelaku langsung masuk bersama korban.

Baca Juga:  Kecelakaan Kerja di PT Aqua Farm Nusantara, Perusahaan Beri Dukungan Penuh kepada Korban

Sementara, rekannya berinisial K dan A (DPO) warga Tanah Garapan Pasar IV, Desa Klambir V, Kec. Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang menunggu diluar.

Didalam toilet SPBU, pelaku lalu menyetrum korban menggunakan alat setrum berkekuatan 500 watt. Selanjutnya, pelaku pun keluar dari toilet bersama uang hasil rampokannya.

Acong yang menjadi korban perampokan lalu berteriak minta tolong. Teriakan korban lalu mengundang perhatian warga dan para pemilik kendaraan yang sedang mengisi BBM.

Selanjutnya, warga pun mengejar pelaku dan mengangkap serta menghajarnya hingga babak belur. Sementara dua rekannya berhasil melarikan diri.

Beruntung, personil polisi Polsek Sunggal yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku. Dari situ, polisi juga mengamankan barang bukti alat setrum dan motor Honda Supra X BK 2435 US.

Baca Juga:  33 Tersangka Diamankan Selama Operasi Antik Toba di Sergai Bersama Sabu 46,82 Gram dan Ganja 2,6 Kg Lebih

Pelaku mengaku, nekat merampok karena terlilit hutang. “Aku baru dipecat bang dari kerjaanku sebagai kuli bangunan di proyek. Istriku punya hutang di warung dan sudah didesak untuk membayarnya, makanya aku bingung,” katanya.

Ia juga mengaku, bahwa setrum tersebut kepunyaan temannya K. “Punya dia itu Bang, bukan punyaku,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal – Iptu Adhi Putranto Utomo, saat dikonfirmasi mengaku telah mengamankan pelaku.

“Sudah kita amankan dan masih kita interogasi. Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap dua rekannya yang berhasil melarikan diri,” pungkasnya. [KM-03]

Berkomentarlah secara bijaksana dan hindari menyinggung SARA. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator.